Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Rahmat Effendi Tersangka dan Ditahan KPK, Warga Bekasi Gundul Massal

Aksi Cukur Rambut - inilah.com
Aksi cukur rambut massal

Sedikitnya 100 orang warga Bekasi melakukan cukur rambut massal sampai gundul sebagai rasa syukurnya atas penetapan tersangka Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Para warga mencukur rambutnya di pinggir Jl Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat yang menjadi bahan tontonan para pengendara yang melintas. Aksi itu juga sekaligus bentuk apresiasi mereka terhadap kinerja KPK.

“Ini jujur tanpa ada tunggangan atau tanpa ada arahan. Murni bentuk antusias warga masyarakat,” kata salah seorang warga yang kepalanya sudah plontos, Minggu (23/1/2022).

Menurutnya warga yang ikut cukur plontos sebanyak 100 orang dari berbagai wilayah di Kota Bekasi. Bahkan ada juga pengendara yang tiba-tiba ikut minta dicukur gundul.

Baca juga
Walkot Bekasi Rahmat Effendi Ditangkap di Rumah Usai Terima Suap

Dirinya mengaku sangat berharap kepada KPK untuk terus mengusut kasus dugaan korupsi Rahmat Effendi hingga seluruh jajarannya maupun keluarganya yang ikut terlibat.

“Kami memohon kepada KPK benar-benar mengusut sampai ke akar-akarnya kemana itu uang mengalir,” tambahnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan Rahmat Effendi sebagai tersangka dugaan suap yang berhubungan dengan pengadaan barang-jasa dan lelang jabatan di Pemkot Bekasi.

Pepen, sapaan akrabnya, diduga menerima uang dari proses ganti rugi tanah untuk sejumlah proyek yang dilakukan pemerintah Kota Bekasi selama 2021. Salah satunya ganti rugi tanah untuk membangun sekolah.

KPK juga menyita uang sebesar Rp5,7 miliar dari perkara ini. Sebanyak Rp 3 miliar berupa uang tunai dan Rp 2 miliar lebih dari rekening bank.

Baca juga
Sadis, Rahmat Effendi Diduga Potong Tunjangan Lurah di Bekasi

Selain Pepen, KPK juga meyeret delapan orang lainnya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap atas kasus yang sama.

Mereka adalah Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Bekasi M Bunyamin (MB), Lurah Kati Sari Mulyadi alias Bayong (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL). Kelimanya ditetapkan tersangka penerima suap.

Tinggalkan Komentar