Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Raih Cuan dengan Optimalkan Platform Digital

Kamis, 25 Agu 2022 - 20:45 WIB
Penulis : Anton Hartono

“Meraup Cuan & Menjadi Sultan di Era Digital” menjadi sebuah tema webinar yang digelar Kemenkominfo bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

CEO PT Lunaji Petrozka Raden Panji Elfani Oetomo yang menjadi pembicara mengatakan era digital memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk meraup cuan dan menjadi sultan.

“Apapun produk dan keterampilan kita, bisa menambah cuan melalui media digital melalui berbagai platform, software atau program yang harus kita ketahui. Tidak harus pandai sekali tapi minimal paham dan bisa cara menggunakannya,” katanya.

Menurutnya platform media digital adalah media promosi yang minimalis dengan hasil maximal. Salah satu cara yang banyak dilakukan saat ini adalah dengan mem-viralkan produk agar dikenal luas.

Baca juga
IHSG Berstatus Netral, Lima Saham Potensial Cuan

“Biaya promosi menjadi sangat murah dengan media digital dan media sosial saat ini. Mungkin saja kita cuma perlu uang Rp100 ribu-Rp200 ribu, tapi yang nonton produk kita bisa 5.000 sampai puluhan ribu. Bagaimana caranya produk kita menjadi viral? Jika punya dagangan, kita harus kreatif membuat suatu konten yang menghibur dan menggugah orang,” jelasnya.

Sementara itu Tim Substansi Juru Bicara Pemerintah untuk G20 (2022) Savero Karamiveta Dwipayana menyoroti tren investasi digital yang juga bisa menjadi ladang cuan. Dia membeberkan kelebihan investasi digital antara lain tak perlu modal besar dan mudah dipantau.

Baca juga
Netiket dalam Ruang Digital

Namun Savero juga mengingatkan bahwa semua instrumen investasi memiliki risiko, contohnya kripto. “Banyak yang kaya mendadak dari investasi kripto, tapi perlu diperhatikan resikonya tinggi. Pasalnya, nggak ada batasan, bisa dalam sehari naik 1.000 persen lalu di menit selanjutnya tiba-tiba turun 2.000 persen,” katanya.

Menanggapi hal ini, Dosen/Mentor Cipta Canggih Perdana menambahkan saat ini lebih banyak nasabah yang memilih bertransaksi secara digital dibanding datang langsung ke bank. Pasalnya, transaksi digital menawarkan banyak kemudahan dan lebih efisien dari segi waktu.

Namun, di balik kemudahan ada celah yang bisa digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang mengancam keamanan data pribadi.

Baca juga
Menangkap 7 Peluang Industri Digital di Masa Pandemi

“Inilah pentingnya keamanan digital, yaitu sebuah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring dapat dilakukan secara aman. Tidak hanya untuk mengamankan data yang kita miliki melainkan juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar