Raker di Hotel Bintang 5 Tuai Kritik, KPK Beri Penjelasan

Raker di Hotel Bintang 5 Tuai Kritik, KPK Beri Penjelasan - inilah.com
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata angkat bicara terkait kritik yang muncul soal rapat kerja di hotel bintang 5. Alex menjabarkan bahwa anggaran yang digunakan oleh KPK tidak akan melebihi plafon anggaran yang tersedia.

“(Rapat kerja di hotel) Bintang 5 kalau tarifnya bintang 3 kenapa tidak. Teman-teman bisa tanya ke pihak hotel berapa KPK membayar untuk kegiatan ini,” kata Alex, Kamis (28/10/2021).

“Kita transparan, terbuka dan semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Itu (biaya rapat kerja) masih dalam batas-batas plafon anggaran yang kita susun,” ujar Alex menambahkan.

Terkait kritikan penyelenggaraan rapat kerja di hotel tersebut, Alex mengaku tak ambil pusing. Semua kritikan itu dinilai Alex tergantung sudut pandangnya.”Kritikan, masukan, apapun tergantung sudut pandang kita. Kalau ada yang mengatakan semua bisa di Jakarta, bisa. Dengan teknologi informasi sekarang bisa. Itu selama ini yang sudah kami lakukan,” tutur Alex.

Baca juga  KPK Benarkan OTT di Musi Banyuasin

Meski demikian, Alex menjabarkan bahwa ada alasan kenapa rapat kerja yang mengumpulkan semua pejabat struktural tak dilakukan di kantor KPK. Alex menyebut ada sejumlah hal penting yang dibahas dalam rapat kerja itu, di antaranya menyatukan persepsi antara pimpinan dengan pejabat struktural di KPK.

“Ini salah satu yang kami buat. Kami kumpulkan semua pejabat struktural. Tujuannya untuk membangun kebersamaan, menyatukan persepsi dan visi kami bersama ke depan,” kata Alex.

Sebelumnya rencana raker pimpinan KPK dan sejumlah pejabat struktural di Yogyakarta mendapat kritik keras dari mantan penyidik KPK, Novel Baswedan. Novel menyebut raker dengan fasilitas hotel bintang 5 tidak etik bagi lembaga antirasuah. Apalagi, raker dilakukan di tengah kondisi negara yang sedang pandemi.

Baca juga  BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Indonesia Dilanda Hujan Sedang hingga Lebat

Tinggalkan Komentar