Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Ramai Dikritik Pebalap, Sirkuit Mandalika Harus Segera Berbenah

Sirkuit Mandalika - inilah.com
Foto Crash

Debu dan kotoran yang menggangu di sirkuit Mandalika pada hari pertama tes MotoGP akhir pekan ini harus bisa diatasi untuk balapan pada 18-20 Maret.

Beberapa Pebalap seperti Alex Marquez dan Fabio Quartararo mengeluhkan kerikil yang lepas dari permukaan aspal Sirkuit Mandalika saat berlangsungnya tes MotoGP Mandalika.

Marquez mengatakan berada di belakang pembalap lain bukan pengalaman yang menyenangkan saat menggeber motor, terutama di tikungan pertama dan terakhir Sirkuit Mandalika. Hal ini sebab muasal dari kerikil dari aspal lintasan mengenai pembalap.

“Bagian terburuk adalah tikungan 1 dan tikungan terakhir. Ini seperti aspal yang berbeda, dan di tikungan 1, Anda bisa melihat [kerikil mengenai leher saya],” ujar Alex Marquez seperti dilansir dari Crash.

Trek Berbahaya

Terkait dengan kondisi trek Sirkuit Mandalika, Pebalap Suzuki Ecstar Alex Rins, turut memberikan kritiknya, ia menilai kondisi trek masih berbahaya untuk balapan, karena masih kotor dan racing line sempit. Saat balapan itu sangat berbahaya karena semua pebalap akan memacu motornya semaksimal mungkin, sangat berbeda dengan sesi tes.

Baca juga
Diincar Bayern Muenchen dan Barcelona, Sadio Mane Mengaku Bahagia di Liverpool

“Saat ini (lintasan) tidak aman. Mungkin satu pekan sebelum ke sini mereka perlu mengizinkan semua motor yang ada di jalan raya untuk berkendara di sini untuk membuat trek lebih mencengkeram atau mungkin mobil, melakukan balap mobil dengan mobil sewaan,” ujar Rins menyindir.

Menurut Rins, panitia melakukan usaha besar membersihkan trek, tetapi tetap hanya ada satu jalur untuk berkendara, dan sangat sulit untuk mendahului. “Namun, yang pasti mereka akan melakukan sesuatu, mereka tahu caranya, dan mungkin untuk (tes) ini tidak cukup waktu,” ujar Rins.

Quartararo juga menilai trek belum layak untuk balapan, bahkan perlu pengaspalan ulang di tikungan 1 karena lapisan aspal terkelupas.

Baca juga
Max Biaggi Sandang Gelar Legenda MotoGP

“Jujur, trek ini merupakan salah satu trek terbaik keamanannya dengan run-off area yang panjang. Namun, sebenarnya saat saya di belakang Franco (Morbidelli), saya terkena banyak kerikil kecil di leher, dan saya hanya berada di belakang Franco. Jadi bayangkan jika di belakang tiga, empat, lima pebalap, dalam banyak putaran. Setelah tiga lap, leher terasa sedikit sakit, tetapi saya tahu jika lebih dari 10 lap di belakang seorang pebalap leher anda akan tertinggal di trek,” ujar Quartararo.

“Mulai dari tikungan 1 hingga 7 banyak aspal yang lepas. Saya pikir untuk balapan mereka perlu mengaspal ulang tikungan 1, karena sangat parah di sana. Anda bisa lihat setelah tiga hari permukaan semakin rendah. Menurut saya, sirkuit aman tetapi aspal di trek mengelupas,” pungkas Quartararo.

Baca juga
Dituntut 8 Tahun Penjara, Munarman Korban Calo Pemeras Kekuasaan

Pebalap Kecelakaan

Beberapa insiden kecelakaan pun sempat mewarnai jalannya tes di Sirkuit Mandalika.

Beberapa pebalap, seperti Aleix Espargaro, Marc Marquez, Alex Marquez, Johann Zarco, hingga Jorge Martin sempat mencicipi kerasnya lintasan Mandalika.

Sementara keduanya terlihat kompetitif menjelang pembukaan musim 2022 di Qatar, pembalap Pramac Ducati Jorge Martin dan Johann Zarco menghadapi hari terakhir yang menantang di tes MotoGP Mandalika.

Martin menyelesaikan hanya 18 lap setelah masalah engine brake memicu kecelakaanya, insiden yang terjadi saat ia mencatat laptime 0,4 detik dari laptime tercepat Pol Espargaro.

Tinggalkan Komentar