Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Ramalan Mendag Lutfi: Ekspor Tahun Ini Pecahkan Rekor 2011

Jumat, 24 Des 2021 - 00:38 WIB
Ramalan Mendag Lutfi: Ekspor Tahun Ini Pecahkan Rekor 2011

Tahun ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi punya kabar baik. Total ekspor 2021 diprediksi catat rekor anyar,

Mendag Lutfi menghitung, nilai ekspor tahun ini bisa mencapai US$230 miliar, atau setara Rp3.271,52 triliun (kurs Rp14.224/US$). Hingga November 2021, nilai ekspor RI mencapai US$209 miliar.

Kalau benar perhitungan Mendag Lutfi, maka pecahlah rekor ekspor tertinggi pada 2022 senilaiUS$203,5 miliar. “Bayangkan kalau ini konsisten Desember dengan 11 bulan pertama, artinya Indonesia akan menembus US$230 miliar,” kata Mendag Lutfi, Jakarta, Kamis (23/12/2021).

Terkait neraca perdagangan sepanjang 2011, Mendag Lutfi pantas sumringah. Lantaran sering terjadi surplus ketimbang defisit. Tertekan impor minyak dan gas (migas) yang cukup besar.

Mendag Lutfi memproyeksikan, defisit migas pada 2011, menembus US$12 miliar. Namun, dengan perkiraan ekspor produk non-migas sebesar US$45 miliar, maka dia yakin neraca dagang 2021 bakalan surplus US$37 miliar.

Baca juga
Zulhas: Perjanjian IUAE-CEPA Tingkatkan Ekspor ke Kawasan Teluk dan Timur Tengah

Ia merincikan dari data 2011 lalu, tiga dari lima produk komoditas yang diekspor non-migas adalah komoditas primer atau barang pertambangan, yaitu batu bara, karet dan bijih logam.

“Tahun ini, pertumbuhan sudah berevolusi jadi bahan industri, Ada CPO dan barang turunannya, besi baja. 10 tahun lalu kita tidak bayangkan Indonesia akan jadi negara super power di besi baja, elektronik, dan yang selalu jadi pujaan saya adalah otomotif,” kata Mendag Lutfi.

Selain itu, ia menyebut faktor penyumbang surplus neraca dagang Indonesia adalah disiplin hilirisasi. Ia menyebut hilirisasi membuat produk pertambangan RI jadi bernilai tinggi karena tidak lagi dikirim dalam bentuk mentah atau setengah jadi.

Baca juga
Ekonomi RI Diselamatkan Supercycle, Mendag Lutfi Sudah Duga Sejak April

Tahun lalu, kata dia, Indonesia mengekspor US$10,68 miliar produk besi baja dengan 60 persennya menyasar ke pasar China. Lutfi menyebut pertumbuhan ekspor besi baja saat ini sudah menembus 98 persen dan ia optimistis sampai akhir tahun ekspor besi baja bakal mencapai US$20 miliar.

Mendag Lutfi melepas ekspor akhir tahun Indonesia senilai US$2,44 miliar. atau setara Rp35,03 triliun dari 278 perusahaan. Dari total tersebut 54 persahaan atau sekitar 19 persen di antaranya merupakan usaha kecil (UKM) dengan nilai ekspor setara US$5,56 juta atau setara Rp79,7 miliar.

 

Tinggalkan Komentar