Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Rapat Perdana Kabinet Macron Diwarnai Tuduhan Pemerkosaan Seorang Menteri

Senin, 23 Mei 2022 - 19:26 WIB
Rapat Kabinet Macron - inilah.com
Rapat Kabinet pemerintahan Prancis yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron - ist

Rapat perdana kabinet baru Presiden Prancis Emmanuel Macron diwarnai dengan tuduhan pemerkosaan terhadap seorang menteri dari partai konservatif oposisi.

Damien Abad, yang baru saja ditunjuk sebagai Menteri untuk Solidaritas dan Disabilitas Prancis, pada Ahad (22/5/2022), membantah tuduhan pemerkosaan.

Melansir Reuters, Senin (23/5/2022), tuduhan tersebut dipublikasikan di laman Mediapart lewat sebuah artikel berdasarkan wawancara dengan dua orang perempuan.

Perdana Menteri Elisabeth Borne mengatakan dia tidak mengetahui adanya tuduhan tersebut saat Abad bergabung ke dalam pemerintahan.

Abad ditunjuk oleh Macron pada Jumat, setelah berupaya selama dua pekan untuk menemukan keseimbangan gender, persuasi politik, dan pengalaman dalam kabinetnya.

Baca juga
Emmanuel Macron Dilantik Sebagai Presiden Prancis untuk Masa Jabatan Kedua

Abad sebelumnya merupakan pemimpin partai konservatif oposisi di Majelis Nasional Prancis. Dia merupakan merupakan hasil strategi Macron untuk semakin memperlemah partai mantan presiden Jacques Chirac dan Nicolas Sarkozy.

Kedua perempuan yang dikutip oleh artikel Mediapart mengatakan Abad memaksa mereka melakukan hubungan seksual pada akhir 2010 dan awal 2011.

Salah satu dari kedua perempuan tersebut melaporkan Abad ke kepolisian pada 2017, yang berakhir tanpa adanya tindakan lebih lanjut.

Abad membantah telah melakukan tindakan itu. Dia mengatakan secara fisik, dia tak mungkin melakukan tindakan yang dituduhkan terkait disabilitas yang disandangnya, sebuah kelainan bernama arthrogryposis yang mempengaruhi seluruh tubuhnya.

Baca juga
Prancis Tetapkan Status Waspada Tinggi Terkait Flu Burung

Para politikus oposisi dari sayap kiri mendesak Macron untuk memecat Abad.

“Saya rasa ini bukan soal apakah dia harus mengundurkan diri, namun tentang apakah dia perlu diberhentikan sebagai peringatan,” kata politikus kubu Hijau Sanderine Rousseau dalam siaran radio RTL.

“Kita harus mengirimkan sinyal kuat kepada para perempuan bahwa kata-kata mereka didengarkan,” tambahnya.

Dalam pertemuan kabinet yang disiarkan televisi, Macron mengatakan kepada para menteri bahwa mandat pemerintah adalah untuk meneruskan lima tahun pertamanya di pemerintahan, juga untuk meluncurkan inisiatif-inisiatif baru guna membantu menyatukan masyarakat Prancis.

“Mandat pemerintahan ini adalah untuk melayani rakyat sebangsa,” kata Macron.

Baca juga
Ratusan Ribu Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual Pendeta di Prancis dalam 70 Tahun Terakhir

Dia menekankan bahwa kabinetnya menyatukan para menteri dari berbagai latar belakang dan aliran politik berbeda. Namun, dia tidak menyebut kontroversi seputar Abad.

Usai memenangi pemilihan umum, Macron dan pemerintahan barunya tengah berupaya menunjukkan bahwa mereka memperhatikan biaya hidup dan inflasi pangan secara serius.

Tinggalkan Komentar