Rapatkan Saf Salat Berjamaah, MUI: Kalau Masih Ragu Jangan Dulu

Rapatkan Saf Salat Berjamaah, MUI: Kalau Masih Ragu Jangan Dulu - inilah.com
foto istimewa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada semua umat Muslim agar tidak terlalu terburu-buru dalam mengamil keputusan untuk merapatkan saf salat berjamaah di masjid atau musala.

Rapatnya saf salat berjamaah sejatinya baru bisa dilakukan menyesuaikan angka kasus Covid-19 di wilayah tersebut jika memang sudah tidak ada lagi pandemi atau penularan.

“Kalau masih ragu, belum aman, ya jangan dulu. Jadi tetap jaga jarak,” ujar Anwar Abbas, Wakil Ketua MUI, Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, jika memang dalam suatu wilayah masih terjadi pandemi Covid-19, sebaiknya salat berjamaah tetap dilakukan menyesuaikan jarak yang ditentukan untuk menghindari penularan virus.

Baca juga  Kata Satgas COVID-19 IDI Soal Pemangkasan Karantina dari Luar Negeri Hanya 3 Hari

Aturan itu menyesuaikan kebijakan yang disampaikan para ahli serta pimpinan wilayah mengenai kondisi daerahnya masing-masing. “Seandainya di daerah tersebut memang Covid-nya sudah melandai dan bahkan sudah tidak ada, ya wajiblah kita untuk merapatkan saf,” pungkasnya.
 
Vaksinasi Covid-19 juga menjadi salah satu upaya menjaga kesehatan dan berikhtiar mencegah penularan Covid-19. Seperti halnya yang terjadi di Masjidil Haram.

Di Masjidil Haram, saf salat berjamaah dilakukan dengan rapat karena lebih dari separuh populasinya sudah divaksinasi. Meski sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19, namun para jemaah tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) menggunakan masker selama di dalam masjid.

Baca juga  Peneliti ITB Temukan Fakta Keberadaan Hewan Purba di Waduk Saguling

Para jemaah juga harus mengunduh aplikasi Tawakalna untuk mencatat mobilitas jemaah dan aplikasi Eatmarna untuk bisa masuk ke dalam Masjidil Haram.

Tinggalkan Komentar

×