Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Ratusan Video dan Foto Pembunuhan Brigadir J Diungkap, Salah Satunya 1 Jam Usai Penembakan

Kamis, 01 Sep 2022 - 18:51 WIB
1662031691366 - inilah.com
Komnas HAM menampilkan foto Brigadir J tewas terkapar hanya satu jam setelah penembakan saat konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (1/9/2022). (Foto: Istimewa).

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap ratusan video dan foto terkait dokumentasi pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Bahkan, terdapat foto yang memperlihatkan Brigadir J tewas terkapar di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, hanya satu jam setelah peristiwa penembakan.

Komnas HAM total mendapatkan sekitar 311 video, 27 foto dari 35 titik lokasi yang berbeda. Sedangkan, 592 gambar lainnya dari penyelidikan telah dianalisis dan hasilnya diumumkan hari ini.

“Ini yang kami dapatkan. Foto yang kami bilang tadi foto tanggal 8 Juli 2022 ya, tidak sampai satu jam setelah peristiwa penembakan,” kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Baca juga
Brigjen Hendra Tutup Mulut soal Mengintimidasi Ismail Bolong di Kasus Tambang Ilegal

Selanjutnya, Anam memperlihatkan video detik-detik pembunuhan Brigadir J yang sebelumnya tak pernah diperlihatkan kepada publik.

“Video potongan ini seharusnya membuat kasus kematian Brigadir J semakin terang benderang,” tambahnya.

Sementara, terkait foto yang memperlihatkan sosok Brigadir J sudah terkapar, tampak posisi tubuh ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo itu di sisi tangga. Brigadir J mengenakan baju berwarna putih dengan posisi tertelungkup.

Diketahui, Komnas HAM telah menyerahkan laporan dan rekomendasi terkait penelusuran dan penyelidikan terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Dalam laporannya, Komnas HAM memberikan 8 rekomendasi bagi Polri yang meliputi permintaan tindak lanjut kekerasan seksual, sanksi etik dan pidana bagi anggota Polri hingga desakan bagi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan bersih-bersih di institusi Kepolisian.

Baca juga
Kasus Mutilasi di Papua, Pelaku Rencanakan Bunuh dan Potong Tubuh Korban di Sebuah Bengkel

 

Tinggalkan Komentar