Rawan Permainan, Pembelian Tol Mangkrak oleh BUMN Perlu Diaudit

Rawan Permainan, Pembelian Tol Mangkrak oleh BUMN Perlu Diaudit  - inilah.com
Presiden Joko Widodo (JokowiP resmikan tol Becakayu

Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu, mendorong agar seluruh BUMN karya diaudit. Termasuk akusisi sejumlah jalan tol milik swasta.

Kepada Inilah.com, Kamis (14/10/2021), Said Didu menyebut, beberapa contoh akuisisi BUMN yang perlu diaudit. Misalnya Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) milik PT Kresna Kusuma Dyandra Marga diakuisi PT Waskita Karya (Persero/WSKT) tbk.

Sekedar mengingatkan, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga mendapatkan hak pengelolaan Tol Becakayu pada 1997. Setahun kemudian, proyeknya macet lantaran krisis moneter.

Dan, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga dimiliki sahamnya oleh empat perusahaan. Yakni, PT Tirtobumi Prakarsatama (39,7%). PT Citra Mandiri Sukses Sejati (29,89%), PT Indadi Utama (14,61%), dan PT Remaja Bangun Kencana (14,77%).

Baca juga  Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Pendukung Produktivitas Perekonomian di Sumatera Utara

Barulah pada Okober 2014, tol mangkrak itu jatuh ke tangan WSKT, melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road. Dengan mahar senilai Rp240 miliar. “Kemarin, Waskita jual tol Cibitung-Cilinting lakunya Rp2,4 triliun, sementara investasinya lebih dari Rp10 triliun. Jelas-jelas rugi. Nah, saat beli tol dari swasta, bagaimana? Jangan-jangan kemahalan. Makanya perlu audit supaya terang benderang,” tutur Said Didu.

Sejauh ini, lanjut dia, Waskita merupakan BUMN karya yang paling agresif dalam akuisisi jalan tol mangkrak. Sedikitnya ada 12 tol yang diborong. Termasuk sejumlah jalan tol yang dikelola PT Waskita MNC Trans Jawa Toll Road, milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo.

Baca juga  Buka APBN untuk Biayai Proyek Kereta Api Cepat, Janji Jokowi tak Seindah Aslinya

Melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road, WSKT mengaluisisi tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sepanjang 54 klometer. Akuisisi ini melengkapi tiga ruas tol Trans Jawa yang diambil alih sebelumnya. Yakni Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pasuruan-Probolinggo.

Informasinya, WSKT harus merogoh kocek hingga Rp757,5 miliar untuk mencaplok 100% saham PT Waskita MNC Trans Jawa Toll Road.

“Bagaimana harganya, apakah sudah sesuai atau malah kemahalan. Kalau kemahalan kenapa? Apakah ada sisi permainan atau bagaimana. Makanya itu perlu audit,” tutur Said Didu.

Tinggalkan Komentar