Senin, 26 September 2022
30 Safar 1444

Refleksi Anies Soal Gagasan Islam Tengah Ketum PAN

Sabtu, 29 Jan 2022 - 21:19 WIB
Penulis : Willi Nafie
Refleksi Anies Soal Gagasan Islam Tengah Ketum PAN
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: Inilahcom/Agus Priyatna)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menangkap adanya refleksi mendalam pada gagasan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan soal Islam tengah.  Baginya pemikiran Zulhas menjadi salah satu langkah maju. Terutama dalam mengembalikan tradisi dasar berpikir dan semangat para pendiri bangsa jauh sebelum membangun NKRI.

“Ada sebuah refleksi mendalam atas pidato tadi. Pak Zulkifli Hasan telah mengembalikan tradisi berpikir, mengkaji, bertukar pikiran yang dilakukan sebagaimana para pendiri republik ini,” kata Anies di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Sabtu (29/1/2022).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, menekankan posisi Islam sangat penting karena menjadi salah satu unsur besar di republik ini. Sehingga sudah  tepat apabila Zulhas menyuarakan soal gagasan Islam tengah itu berjalan beiringan dengan eksistensi negara.

“Mengajarkan kepada kita semua bahwa telah terjadi persenyawaan yang dalamnya ada unsur umat Islam. Dalam hal ini, umat Islam yang menjaga persenyawaan itu adalah umat Islam yang moderat yang di tengah,” ucap Anies.

Baca juga
Beri Penjelasan Lengkap, KPK Hargai Kehadiran dan Keterangan Anies Baswedan

Anies juga menyoroti kata “Tunggal” dalam
semboyan Bhineka Tunggal Ika. Kata itu menurutnya menjadi kunci penting, sebab berbicara soal tujuan.

Sehingga bapak bangsa yang sadar bahwa asal usul tidak bisa mempersatukan keberagaman kecuali tujuan, memilih untuk menyertakan kata “Tungggal” dalam semboyan itu.

“Karena jika coba mempersatukan asal usul maka yang terjadi adalah perpecehan. Lalu kenapa memilih tunggal? Karena intinya kita menginginkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Anies.

Pentingnya Positioning Islam Moderat atau Islam Tengah

Sebelumnya, Ketum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan Pidato Kebudayaan bertajuk “Indonesia Butuh Islam Tengah” di Auditorium Utama Perpustakaan Nasional RI.

Baca juga
Foto: Penutupan Tebet Eco Park Diperpanjang

Dalam pidatonya, Zulhas menyampaikan pentingnya positioning Islam yang moderat atau Islam Tengah di Indonesia untuk dipahamkan kembali kepada publik luas, termasuk kepada para tokoh politik, tokoh bangsa, tokoh pers hingga tokoh budaya.

Wakil Ketua MPR itu juga menekankan Islam tengah tidak hanya membawa misi Ketuhanan tetapi juga misi kemanusian. Untuk itu seluruh komponen bangsa meski terus mengaungkan semangat Islam tengah dalam bernegara. Langkah itu juga penting untuk menekan pemikiran yang ekstremis di tengah keberagaman.

Tinggalkan Komentar