Rekening Rp20,5 Miliar Diblokir, Polisi Buru Pemodal Pinjol Ilegal Asal China

Rekening Rp20,5 Miliar Diblokir, Polisi Buru Pemodal Pinjol Ilegal Asal China - inilah.com
Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal oleh Kepolisian

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap identitas pemodal pinjaman online (online) ilegal asal China yang dananya mencapai Rp20,5 miliar, kini sudah diblokir.

Hal itu terungkap setelah polisi berhasil menangkap JS, pelaku yang berperan sebagai fasilitator dan pemodal pinjaman online (pinjol) ilegal.

“Saudari JS merupakan fasilitator warga negara Tiongkok (pemodal), perekrut masyarakat untuk menjadi ketua KSP maupun direktur perseroan terbatas (PT) fiktif,” kata Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santikadi Jakarta, Jumat (22/10/2021). JS merupakan pendiri Koperasi Simpan Pinjam Solusi Andalan Bersama (KSP SAB) yang menaungi salah satu pinjol ilegal.

Baca juga  Penjelasan Kemenhub Soal Inmendagri Syarat PCR

“Salah satunya KSP berinisial SBA yang didirikan oleh seorang warga negara Cina berinisial ZJ. Total nilai rekening yang diblokir mencapai Rp20,5 miliar,” ungkapnya.

Salah satu aplikasi bentukan JS adalah Fulus Mujur dan Pinjaman Nasional. Berdasarkan hasil penyelidikan, aplikasi pinjol Fulus Mujur yang mengirimkan uang pinjaman kepada ibu di Wonogiri, dan menagih utang dengan cara meneror hingga sang ibu bunuh diri.”Dari hasil penyelidikan ditemukan bahwa korban meninggal gantung diri diakibatkan telah meminjam uang di 23 aplikasi pinjol ilegal. Salah satunya aplikasi Fulus Mujur yang dikelola oleh KSP SAB,” kata Helmy.

Dalam penangkapan itu, kata Helmy, selain menahan pelaku, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, ponsel, ratusan akte pendirian KSP, ratusan stempel KSP, dua unit CPU komputer dan puluhan NPWP Koperasi Simpan Pinjam.

Baca juga  Energi Positif untuk Rupiah, Harga komoditas Bikin Dolar AS Lemas

Dari penangkapan JS, penyidik juga berhasil mengembangkan kasus pinjol ilegal tersebut dan menangkap dua pelaku yang memiliki peran sebagai Ketua KSP SAB dengan inisial MDA dan SR.

Helmy menambahkan, dari penangakapan MDA (Ketua KSP Solusi Andalan Bersama), disita akte pendirian KSP Solusi Andalan Bersama, perjanjian kerja sama dengan payment gateway, ponsel.”Juga ada uang senilai Rp11 juta pada rekening bank atas nama KSP Solusi Andalan Bersama. Sedangkan dari pelaku SR disita ponsel,” ujar Helmy.

Hingga kini tim Dittipideksus Bareskrim Polri terus mengejar para sindikat pinjol ilegal hingga memburu pelaku di atasnya seperti pemodal dan pengendali aplikasi pinjol yang merupakan warga negara Cina.

Baca juga  Bukti Messi Jadi Lumbung Duitnya PSG

Polri telah menangkap 45 orang terkait sindikat pinjol ilegal di enam wilayah selama periode 12-19 Oktober 2021. Penangkapan tersebut dilakukan di wilayah Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat dan Tangerang, Banten.

Tinggalkan Komentar