Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Relawan Jokowi Silakan Usul Capres Selama Tak Memaksa

Jumat, 25 Nov 2022 - 18:06 WIB
Save 20221120 211024 - inilah.com
Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia ke-VII digelar oleh gabungan relawan Joko Widodo (Jokowi) untuk ajang penjaringan capres dan cawapres. (Foto: Antara)

Manuver relawan Jokowi yang mengadakan Musyawarah Rakyat (Musra) di sejumlah wilayah untuk menjaring nama calon presiden (capres) diusung pada Pilpres 2024 dianggap wajar. Sedikitnya relawan sudah menggelar tujuh kali musra di sejumlah tempat dengan hasil Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menhan Prabowo Subianto sebagai kandidat yang dominan didukung para relawan itu.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai manuver para relawan tersebut tidak berlebihan karena dapat dikategorikan suara rakyat namun relawan juga harus menunjukkan kedewasaannya dengan memaksakan usulan capres karena konstitusi mengatur pengusungan capres dilakukan oleh partai politik (parpol) yang juga representasi rakyat. Malahan Pangi menilai manuver relawan tersebut merupakan autokritik kepada parpol yang jarang melibatkan publik dalam mengusung kandidat capres.

“Namanya suara relawan atau suara rakyat, saya pikir sah-sah saja sepanjang hanya sebatas menyampaikan usulan,” kata Pangi, kepada Inilah.com, di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Baca juga
Adu Kuat Poros Amandemen UUD 1945

Dalam konferensi pers pada Rabu (23/11/2022), Ketua Dewan Pengarah Musyawarah Rakyat (Musra) Relawan Jokowi Andi Gani Nena Wea, menyatakan bakal menggelar musra lanjutan di Hong Kong untuk menjaring nama usulan capres. Nantinya seluruh nama yang dominan disuarakan oleh relawan bakal disetor oleh Presiden Jokowi dalam puncak acara Musra Indonesia pada Februari 2023.

Pangi menyebut, kegiatan relawan positif dalam arti ikut berpartisipasi mendorong kandidat yang diusulkan rakyat. Malahan bisa membuka jalur aspirasi yang seolah-olah eksklusif hanya parpol. “Harusnya memang pada nominasi kandidasi, rakyat ikut berpartisipasi menyiapkan racikan varian menunya,” ujar Pangi.

Baca juga
Rendahnya Kepercayaan Publik Bukti Parpol Gagal Beri Pendidikan Politik

Menurutnya, selam ini rakyat tidak dilibatkan dalam tahapan pemilihan atau mengusung capres. Padahal kandidat yang nantinya diusung parpol tidak sesuai dengan ekspektasi rakyat. “Rakyat akhirnya dihidangkan dengan racikan varian menu yang terbatas,” tambah Pangi.

 

Tinggalkan Komentar