Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

Rencana AS Keluarkan Cadangan Minyak Buat ICP Turun jadi US$103,51 per Barel

Rencana AS Keluarkan Cadangan Minyak Buat ICP Turun jadi US$103,51 per Barel
Ilustrasi Icp

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mematok harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) periode April 2022 sebesar US$103,51 per barel. Harga ini turun US$10,99 per barel dari bulan sebelumnya seharga US$113,50 per barel.

Harga itu tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 48.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan April 2022 yang diteken pada 9 Mei 2022.

“Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional antara lain kesepakatan di antara negara-negara anggota IEA untuk bergabung dalam rencana AS mengeluarkan cadangan minyak strategisnya sebesar 1 juta BOPD selama enam bulan terhitung Mei 2022 dengan total 180 juta BOPD,” demikian keterangan dari Tim Harga Minyak Indonesia yang dikutip di Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Selain itu, kegiatan ekspor minyak mentah Rusia masih berlanjut terutama ke wilayah Asia melalui Laut Baltik dan Laut Hitam; lockdown di pusat komersial China, Shanghai, dan Beijing, hingga kebijakan zero-COVID di China mempengaruhi wilayah-wilayah sekitar dan industri manufaktur serta operasional pelabuhan.

Baca juga
Ukraina dalam Keadaan Darurat, Wall Street Tersungkur

Faktor lainnya adalah perkiraan IMF bahwa pertumbuhan ekonomi global akan mengalami penurunan dan peringatan akan potensi peningkatan inflasi. Penguatan nilai tukar dolar akibat ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga Amerika Serikat, sehingga investor mengalihkan investasi mereka dari pasar komoditas.

Penurunan harga minyak mentah utama pada April 2022 juga dipengaruhi oleh pasokan minyak dunia.

Berdasarkan laporan OPEC pada April 2022, produksi minyak mentah global diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 370 ribu BOPD bila dibandingkan proyeksi laporan bulan sebelumnya. Untuk kuartal pertama 2022, produksi OPEC sebesar 28,37 juta BOPD, lebih besar 120 ribu BOPD daripada volume call on OPEC untuk pemenuhan kebutuhan minyak global.

Baca juga
Saham-saham Teknologi Dongkrak Wall Street untuk Sesi Keempat Beruntun

Tak hanya itu, pengoperasian kembali fasilitas pengiriman minyak mentah Caspian Pipeline Consortium (CPC) setelah perbaikan yang memakan waktu selama hampir 30 hari akibat cuaca buruk.

Hal lain terkait permintaan minyak dunia menurut laporan OPEC pada April 2022 ada penurunan proyeksi permintaan minyak dunia pada 2022 sebesar 400 ribu BOPD menjadi 96,82 juta BOPD dibandingkan proyeksi dalam laporan bulan sebelumnya.

Rystad Energy memproyeksikan rata-rata permintaan minyak mentah dunia tahun ini turun sebesar 825 ribu BOPD menjadi 99,6 juta BOPD.

Sementara terkait stok minyak, berdasarkan laporan mingguan EIA (U.S. Energy Information Administration) terdapat peningkatan stok minyak mentah komersial AS pada akhir April 2022 sebesar 5,8 juta barel, dibandingkan akhir bulan sebelumnya menjadi 415 juta barel yang disebabkan oleh turunnya pengoperasian kilang minyak Amerika Serikat.

Baca juga
Kejar Target EBT 2025, Pemerintah Dorong Pembangunan PLTS

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut juga dipengaruhi oleh turunnya impor minyak mentah China yang disebabkan turunnya pembelian minyak mentah oleh kilang-kilang independen akibat rendahnya marjin kilang dan kilang-kilang besar milik pemerintah China sedang dalam periode pemeliharaan berkala.

Berikut data perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada April 2022 dibandingkan Maret 2022:

– Dated Brent turun sebesar US$14,42 per barel dari US$118,81 per barel menjadi US$104,39 per barel.

– WTI (Nymex) turun sebesar US$6,62 per barel dari US$108,26 per barel menjadi US$101,64 per barel.

– Brent (ICE) turun sebesar US$6,55 per barel dari US$112,46 per barel menjadi US$105,92 per barel.

– Basket OPEC turun sebesar US$7,84 per barel dari US$113,482 per barel menjadi US$105,64 per barel. [ikh]

Tinggalkan Komentar