Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Resesi Global Semakin Dekat, IHSG Berakhir Longsor 1,61 Persen

Jumat, 17 Jun 2022 - 17:45 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Resesi Global Semakin Dekat, IHSG Berakhir Longsor 1,61 Persen - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Seiring masih kuatnya kekhawatiran resesi global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang akhir pekan berakhir melemah. Ini menyusul Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang menaikkan suku bunga acuan.

IHSG berakhir melemah 113,35 poin atau 1,61 persen ke posisi 6.936,96. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 19,98 poin atau 1,96 persen ke posisi 997,9.

“Resesi semakin dekat, semakin terlihat nyata,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Kekhawatiran pelaku pasar dan investor itulah yang telah mendorong Dow Jones turun 2,42 persen dan akhirnya untuk pertama kalinya sejak Januari 2021 berakhir di bawah 30.000.

S&P 500 juga turun hingga 3,25 persen, serta Nasdaq Composite turun 4,08 persen yang menyentuh level terendah sejak September 2020.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Jumat, 3 Juni 2022

Dibuka melemah, IHSG terus menurun hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Sepanjang jam perdagangan hari ini, saham yang mengalami penguatan terbesar di antaranya PT Astrindo Nusantara Infrasruktur Tbk (BIPI), PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI), PT Modernland Realty Tbk (MDLN), dan PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS).

Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar di antaranya PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Baca juga
Wall Street, EIDO dan Harga Komoditas Kompak Jadi Katalis Positif IHSG

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hampir seluruh sektor terkoreksi di mana sektor material dasar turun paling dalam yaitu 2,49 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor teknologi masing-masing terkoreksi 1,77 persen dan 1,49 persen.

Sementara hanya sektor kesehatan yang berhasil melesat sebesar 1,18 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau “net foreign sell” di seluruh pasar sebesar Rp782,5 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp1,29 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.243.837 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,87 miliar lembar saham senilai Rp19,57 triliun. Sebanyak 158 saham naik, 362 saham menurun, dan 159 tiak bergerak nilainya.

Baca juga
IHSG Berakhir di Zona Merah karena Investor Pantau Konflik di Ukraina

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 468,199 poin atau 1,77 persen ke 25.963, sedangkan indeks Hang Seng naik 229,57 poin atau 1,1 persen ke 21.075 dan indeks Straits Times meningkat 0,66 poin atau 0,02 persen ke 3.098,09.

Tinggalkan Komentar

×