Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Resmi Beroperasi, Pelabuhan Patimban Langsung Ekspor Ribuan Mobil

Minggu, 19 Des 2021 - 10:24 WIB
Pelabuhan Patimban
(foto: ANTARA)

Kementerian Perhubungan secara resmi menyerahkan pengelolaan Terminal Kendaraan (Car Terminal) Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, kepada PT Pelabuhan Patimban International (PPI), setelah sebelumnya dioperasikan sementara oleh Kemenhub melalui penugasan kepada PT Pelindo.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir langsung dalam acara penyerahan pengelolaan (hand over) Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban dan ekspor perdana kendaraan, di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Jumat (17/12/2021).

Setelah resmi diserahkan, Pelabuhan Patimban langsung melayani ekspor perdana sebanyak 1.209 unit kendaraan ke Filipina, menggunakan Kapal MV Fujitrans berbendera Liberia berukuran 27.286 Gross Ton (GT).

“Saya atas nama pemerintah mengucapkan selamat kepada PPI yang sekarang menjadi operator Pelabuhan Patimban, dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU),” kata Menhub Budi Karya.

Menhub mengatakan, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan indeks logistik nasional, serta berkolaborasi dengan Pelabuhan Tanjung Priok untuk menjadi ‘hub’ baru yang memiliki daya saing di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga
Terbongkar, Cara "Kotor" Buzzer Dongkrak Rating Aplikasi MyPertamina

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu juga mengimbau kepada para pelaku industri otomotif untuk berkomitmen menjadi ekportir yang riil, dan dapat meningkatkan daya saing logistik nasional.

Menhub Budi Karya berharap ekspor kendaraan nantinya tidak hanya ke negara tujuan ekspor yang dekat dengan Indonesia, namun juga dapat menjangkau pasar Timur Tengah, Amerika Latin, Amerika Utara dan Afrika.

“Marilah kita bahu membahu untuk meningkatkan ekspor dan distribusi logistik secara nasional. Dengan hadirnya semua stakeholders, kita memberikan suatu layanan yang lebih baik dan kompetitif,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk mendukung produk ekspor lainnya, terlebih yang terhubung dengan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), industri kreatif, pertanian dan produk lain.

Baca juga
Pengalihan Isu, dari Penembakan Brigadir J Menjadi Pelecehan Seksual

Sebagai informasi, pengelolaan Pelabuhan Patimban ini akan dikerjasamakan selama kurun waktu 40 tahun.

Ruang lingkup kerja sama meliputi penyediaan suprastruktur untuk kapasitas terminal petikemas sebesar 3,75 juta TEUs dan kapasitas terminal kendaraan sebesar 600.000 CBUs.

Di dalam area pelabuhan terdapat fasilitas pelabuhan, seperti dermaga peti kemas (421,025m x 34,2m), dermaga kendaraan (308,6m x 33m), dan perpanjangan trestle (333,1m).

Ada juga lapangan penyimpanan kendaraan (kapasitas 218.000 CBU), lapangan penumpukan peti kemas (kapasitas 250.000 TEUs), area reklamasi (60 Ha), pengerukan kolam (-10 m), jalan pelabuhan, dan gedung administrasi.

Diharapkan dengan dioperasikannya Pelabuhan Patimban oleh PPI dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi logistik dan daya saing ekonomi nasional, khususnya di koridor utara Jawa sehingga dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Tinggalkan Komentar