Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

Resmi, MUI Desak Gubernur Larang Syiah di Jatim!

Selasa, 23 Okt 2012 - 14:24 WIB
Penulis : Abdullah Mubarok

INILAH.COM, Surabaya - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim mendesak Gubernur Jatim Soekarwo mengeluarkan SK Gubernur untuk melarang perkembangan ajaran Syiah di Jatim. Ini juga mendukung fatwa MUI Jatim yang sudah menyatakan Syiah sesat.

Peraturan Gubernur Jatim nomor 55 tahun 2012 tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jatim yang ditandatangani Pakde Karwo pada 23 Juli 2012, dianggap MUI Jatim belum tegas mengarah ke Syiah, melainkan mengatur secara umum.

"Kalau gubernur berkenan, MUI usulkan agar ajaran Syiah juga dilarang seperti Ahmadiyah di Jatim. Pergub 55/2012 itu memang mengatur secara umum, belum ada kalimat yang langsung menyebut Syiah," tegas Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori kepada wartawan di kantor Gubernur Jatim usai pertemuan kiai Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Basra) dan Wagub Jatim Gus Ipul, Selasa (23/10/2012).

Sekadar diketahui, ada Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor 188/94/KPTS/013/2011 tentang Larangan Aktivitas Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di provinsi tersebut.

Dia meminta pemprov juga mendata ada 12 daerah pusat penyebaran Syiah di Jatim yang perlu diawasi. Buku-buku yang memuat ajaran Syiah harus diteliti. "Sekarang ini banyak kaum muda mudi yang melakukan nikah mut'ah (kawin kontrak, red). Ini sama melegalkan perzinahan di Jatim," tukasnya.

Pihaknya juga menceritakan ada seorang prajurit yang dipecat dan dikeluarkan dari kesatuannya karena melakukan nikah mut'ah sebanyak 16 kali. "Saya tidak bisa menyebut dari kesatuan mana. Tapi itu jelas dilakukan karena memang ajarannya Syiah membolehkan itu," imbuhnya.

MUI Jatim tidak menampik Syiah diakui secara internasional. Tapi, agar tidak menyebabkan gangguan keamanan dan kenyamanan Jatim, Syiah harus dilarang berkembang di Jatim. "Syiah itu kan ajarannya mencaci maki sahabat Rasulullah. Islam di Indonesia mengakui Khulafaur Rasyidin, yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib," tuturnya

Dia juga merestui upaya pembubaran diskusi 'Haruskah Syiah Ditolak?' di IAIN Sunan Ampel Surabaya yang terjadi Senin (22/10/2012) kemarin. "Saya dilapori setelah kejadian itu. Saya setuju itu dibubarkan, karena bisa memicu kejadian yang mengganggu keamanan dan kenyamanan di Jatim," ucapnya. [beritajatim.com]