Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Respons Koalisi Indonesia Bersatu, PDIP Pilih Wait and See

Senin, 16 Mei 2022 - 15:32 WIB
Koalisi Bersatu PDIP - inilah.com
Politikus Senior PDIP Hendrawan Supratikno - dpr.go.id

PDI Perjuangan memilih wait and see dalam merespons pembentukan koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Partai Golkar, PAN dan PPP.

“Tidak ada masalah. PDIP merupakan satu-satunya partai yang memenuhi ambang persyaratan untuk mengusung capres. Jadi tentu lebih tenang dan sabar dalam menilai situasi,” kata politisi senior PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno kepada inilah.com, Senin (16/5/2022).

PDIP merasa tenang karena telah mengantongi ambang batas pencalonan Presiden (presidential threshold) sebesar 20 persen atau 115 kursi di DPR.

“PDIP tidak terburu buru dan tidak takut ketinggalan kereta,” sambungnya.

Sebuah koalisi, sambungnya, dimaksudkan untuk memperkuat posisi tawar partai politik sehingga dapat mengusung calon Presiden secara bersama-sama di Pilpres nanti.

Baca juga
Bima Arya akan Maju di Pilkada DKI?

“Koalisi dimaksudkan untuk memperkuat posisi tawar. Jadi hal biasa dalam politik. Saat ini parpol berusaha mengamankan tiket untuk bisa mengusung paslon dalam Pilpres,” jelasnya.

Diketahui, diperhelatan pemilu 2019 lalu, PDIP mencatatkan perolehan sebesar 27.503.961 suara atau 19,33 persen. Sekaligus, menempatkan 128 kadernya di kursi DPR RI.

Atas perolehan tersebut, PDIP menjadi satu-satunya partai yang dapat mencalonkan sendiri calon Presiden karena memenuhi ambang batas pencalonan Presiden di Pemilu 2024. [fad]

Tinggalkan Komentar