Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Respons Sanksi Rusia, IHSG Semringah Bersama Bursa Regional

Respons Sanksi Rusia, IHSG Semringah Bersama Bursa Regional - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Mengikuti kenaikan mayoritas bursa saham regional Asia, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir menguat. Pasar merespons sanksi Uni Eropa terhadap Rusia.

IHSG berakhir menguat 37,46 poin atau 0,53 persen ke posisi 7.116,22. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,98 poin atau 0,58 persen ke posisi 1.033,5.

“Indeks saham di Asia sore ini mayoritas ditutup menguat di tengah pembicaraan mengenai sanksi ekonomi baru untuk Rusia akibat dari invasi ke Ukraina,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Senin (4/4/2022).

Beragam berita mengenai pembantaian yang dilakukan oleh tentara Rusia telah mendorong sejumlah negara anggota mendesak agar Uni Eropa (UE) segera menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Rusia.

Sanksi baru kemungkinan besar akan fokus pada menutup celah dan memperkuat sanksi yang sudah efektif berlaku serta memperpanjang daftar nama individu yang terkena sanksi.

Baca juga
Bursa Saham Semringah dengan Pemangkasan Suku Bunga di Negeri Panda

Investor tidak memberi reaksi berlebihan pada pasar obligasi yang memberi sinyal semakin besarnya risiko terjadi resesi ekonomi. Rilis data pasar tenaga kerja (Non-Farm Payrolls) AS meredakan kekhawatiran tentang nasib pemulihan ekonomi keluar dari dampak pandemi.

Sejumlah pejabat tinggi bank sentral AS Federal Reserve (Fed) dijadwalkan berbicara di depan umum minggu ini, dengan prospek mengirimkan sinyal yang lebih tegas (hawkish) lagi.

Untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada Mei, Juni, dan Juli, investor telah menghindari surat utang pemerintah AS bertenor dua tahun sehingga semakin memperparah inversi kurva imbal hasil.

Investor di pasar obligasi tampak meyakini bahwa semua upaya pengetatan kebijakan oleh The Fed mempunyai risiko memicu stagflasi atau bahkan berujung pada resesi ekonomi.

Baca juga
Diminta Uni Eropa Tekan Rusia, Moeldoko Sebut Indonesia Netral

Di pasar komoditas, harga kontrak berjangka (futures) minyak mentah naik tipis meskipun masih ada kekhawatiran mengenai kelangkaan pasokan meskipun sejumlah negara konsumen minyak telah melepas cadangan strategis mereka ke pasar.

Selain itu gencatan senjata selama dua bulan di Yaman yang disponsori oleh PBB telah memberi harapan bahwa masalah pasokan minyak mentah dari Timur Tengah dapat segera mereda.

Dibuka menguat, IHSG langsung melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori positif namun menguat pada pertengahan sesi hingga akhir perdagangan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat dengan sektor barang baku naik paling tinggi 2,11 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor kesehatan masing-masing naik 2,05 persen dan 1,76 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor keuangan sebesar 0,27 persen.

Baca juga
India Setop Ekspor Gandum, Mi Instan Semakin Mahal

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp616,04 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp394,69 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.314.327 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,8 miliar lembar saham senilai Rp11,64 triliun. Sebanyak 274 saham naik, 240 saham menurun, dan 175 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 70,49 poin atau 0,25 persen ke 27.736,47, Indeks Hang Seng naik 462,76 poin atau 2,1 persen ke 22.502,31, dan Straits Times turun 1,26 poin atau 0,04 persen ke 3.420,37.

Tinggalkan Komentar