Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Restrukturisasi Utang Dinilai Sulit Dilakukan, Kementerian BUMN Masih Ingin Selamatkan Garuda

Senin, 25 Okt 2021 - 11:36 WIB
Restrukturisasi Utang Dinilai Sulit Dilakukan, Kementerian BUMN Masih Ingin Selamatkan Garuda - inilah.com

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengaku pihak Kementerian masih optimis renegosiasi utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp70 triliun, masih terbuka. Menggunungnya utang Garuda lantaran tanpa perencanaan serta kental aroma korupsi.

“Ya, kan utang Garuda yang membengkak ini, karena serampangan atau ugal-ugalan. Indikasi korupsinya kuat sekali. Beberapa waktu lalu, lembaga anti korupsi Inggris menyoroti dugaan korupsi suap ke pejabat lama Garuda,” tutur Arya kepada Inilah.com, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Arya bilang, adanya dugaan suap atau bentuk penyelewengan keuangan ini, bisa menjadi tool bagi pihak Garuda dalam bernegosiasi dengan para lessor dan pihak-pihak yang punya piutang di Garuda.

Baca juga
Waskita Karya Pede Dapat Selesaikan Tujuh Ruas Tol Khusus

“Banyak hal yang enggak bener dalam kontrak Garuda dengan banyak pihak. Misalnya soal harga sewanya terlalu mahal. Atau bunga pinjaman yang tinggi. Nah, semuanya itu kan harusnya bisa dinegosiasikan. Kami masih percaya kok,” ungkapnya.

Ya, Arya benar. Tahun lalu, Serious Fraud Office (SFO), lembaga anti korupsi Inggris mengungkap adanya praktik suap dan korupsi dalam pembelian pesawat Bombardier tipe CRJ1000 oleh Garuda pada 2011 dan 2012.

Selanjutnya, SFO menggandeng KPK untuk mengungkap temuanya itu. Sebelumnya, kerja sama KPK bersama SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura, berhasil membongkar adanya suap dalam pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus S.A.S dan Rolls-Royce di Garuda. Kasus ini menyeret mantan Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar.

Baca juga
Foto: KPK Gelar PCB Terpadu bagi Petinggi Parpol

Ternyata, menggunungnya utang Garuda hingga Rp70 triliun, bukan murni karena salah bisnis. Banyak penyelewengan keuangan alias korupsi di dalamnya. Ini kata kunci yang mau di bawa ke meja renegosiasi. Semoga berhasil.

Tinggalkan Komentar