Senin, 26 September 2022
30 Safar 1444

Review One Piece Film: Red, Sajian Musik dan Animasi yang Apik

Selasa, 20 Sep 2022 - 12:41 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
One Piece film: Red (Foto: Animehunch)
One Piece film: Red (Foto: Animehunch)

Kabar gembira bagi penggemar anime One Piece di Indonesia. One Piece Film: Red, film box office yang mencatat banyak rekor di Jepang kini mampir di layar bioskop Tanah Air mulai besok Rabu, 21 September 2022.

Sejak pemutaran perdana 6 Agustus silam, One Piece Film: Red meraup pendapatan 12,953 miliar yen atau sekitar 92,17 juta dolar AS. Rekor itu menggeser pencapaian anime Evangelion 3.0+1.0 dengan pencapaian 11,68 miliar yen.

Yang mengesankan, film ini menghasilkan 78 persen lebih di dua hari pertama dibandingkan dengan film One Piece sebelumnya yakni One Piece: Stampede. Dengan pencapaian tersebut, One Piece Red tercatat menjadi film terlaris ke-21 sepanjang masa di Jepang. Selain itu, film ini juga tercatat sebagai film anime dengan pendapatan tertinggi kesembilan sepanjang masa di Jepang.

Berawal dari kisah masa kecil Uta

One Piece Film: Red berkisah tentang Uta (Kaori Nazuka) penyanyi paling banyak penggemar cintai. Uta menyatakan ia membenci bajak laut dan ingin membahagiakan dunia dengan menyebut “era baru” tanpa bajak laut. Dia mengadakan konser dan mengundang banyak penggemar.

Dia akan tampil di depan umum untuk pertama kalinya di konser live. Venue konsernya dipenuhi para bajak laut, sedangkan Angkatan Laut yang mengawasi di balik itu semua. Keindahan nyanyian Uta mengipnotis Luffy (Mayumi Tanaka) dan para crew kapal Topi Jerami.

One Piece Film Red Official Trailer 1 English Sub 0 39 Screenshot - inilah.com
One Piece Film Red Official Trailer

Luffy membuka rahasia bahwa Uta adalah anak dari Shanks (Shûichi Ikeda). Hal itu memicu keributan dan masalah baru. Uta menjadi rebutan Marine dan para bajak laut untuk memancing Shanks. Bagaimana nasib Uta dan Luffy?

Munculnya karakter Uta yang muncul, membuat sajian movie kali ini bernuansa penuh musikal. Pembukaan Luffy yang membocorkan Uta adalah anak Shanks yang merupakan salah satu Yonko (Empat Bajak Laut Penguasa Lautan) yang memancing misteri hingga ke akhir laga, menjadi premis cerdas di film One Piece Film: Red dengan Tot Musika yang menjadi fokus utamanya.

Tanpa perlu untuk membahas spoiler secara spesifik tentunya, Uta memiliki kekuatan untuk menciptakan dunia baru—dunia yang bebas dari kekerasan dan kelaparan di mana orang pada dasarnya dapat berpesta dan bersenang-senang setiap hari.

Baca juga
500 Juta Kopi Terjual, Manga One Piece Pecahkan Guinness World Record

Mereka yang mencoba mengganggu tatanan baru ini—yaitu, bajak laut—pada dasarnya akan ada waktu istirahat dan terpaksa untuk menonton saat semua orang bersenang-senang. Uta tidak ingin membunuh siapa pun—satu-satunya tujuan dia adalah membuat semua orang bahagia.

Bahkan bajak laut yang menyerah menjadi bajak laut diterima di dunia barunya. Ini membuatnya menjadi antagonis yang menarik bagi pahlawan yang biasa untuk diadu karena tujuannya adalah dunia murni tanpa kekerasan.

Hampir setiap adegan penting disampaikan Uta lewat lagunya. Setiap lagu asli film ini ditulis oleh komposer populer Jepang yang berbeda. Lagu-lagunya sangat bervariasi mulai genre— J-Pop dan balada lambat hingga R&B dan Hard Rock—dan secara ahli digunakan dalam adegan yang sesuai dengan nada lagu. Yang lebih luar biasa adalah bahwa Uta hanya memiliki satu aktor pengisi suara—Ado—dan dia memberikan pertunjukan totalitas yang luar biasa pada setiap adegannya.

Tenang saja jika kalian tak perlu fokus dengan nyanyian Uta, karena lirik dari tiap lagu tak begitu berpengaruh terhadap keutuhan cerita. Setiap lagu yang disuarakan Ado penyanyi berusia 17 tahun, begitu apik mengisi scoring di tiap adegan. Latar belakang Uta kecil dengan Luffy pun diiringi lagu mellow. Bahkan keseruan pertarungan klimaks sangat pas dengan lagu Uta.

Mungkin bagi yang tak familiar dengan dunia One Piece dengan sajian movie aksi diiringi dengan lagu-lagu terbilang monoton. Apalagi lagu yang dilantunkan Uta di film One Piece Film: Red merupakan lagu baru. Tenang saja, semua musik yang ada dalam film, merupakan musik yang nendang dan akan membekas di telinga para penonton.

One Piece Film: Red digarap oleh studio Toei Animation dengan arahan sutradara Goro Taniguchi. Keterlibatan Eiichiro Oda, selaku kreator One Piece, kali ini disebut lebih banyak daripada proyek-proyek sebelumnya.

Baca juga
Kreator Manga Ninja Hattori Fujiko A. Fujio Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun

Pada edisi film One Piece kali ini tampilannya tetap konsisten dengan mayoritas aksi dengan visual 2D. Beberapa latar saat Uta bernyanyi yang didukung dengan CG3D. Selebihnya penggambaran anime klasik 2D, dengan efek-efek pertarungan skala massif, masih menjadi unggulan anime One Piece.

Tiap karakternya pun tergambar apik, walau dengan kostum yang baru, selain Shanks, Kizaru, dan para Marine yang terlihat tidak pernah mengganti bajunya. Penyesuaian penggambaran anime 2D ini masih dapat bersatu dengan efek-efek visual nyanyian Uta dengan meriahnya warna menyala.

Hubungan Shanks dan Luffy

Semua petualangan Luffy dan para awak kapal, merupakan dorongan awal dari ‘Topi Jerami’ milik Shanks yang diberikan pada Luffy. Beberapa adegan yang tidak diperlihatkan dalam seri One Piece, seperti Luffy yang mengenal Uta ditampilkan dengan cukup detil dala film ini.

Shanks One Piece Film Red (1) - inilah.com
Shanks One Piece Film Red

Hubungan Uta dengan Luffy diperjelas di beberapa adegan. Hubungan Uta dengan Shanks yang sangat complicated juga akan terbuka di babak akhir, saat pertarungan hidup mati Luffy dan Shanks.

Cerita yang hanya fokus pada Uta dan latar belakangnya, mungkin akan terkesan datar sampai babak pertengahan. Namun menjelang akhir laga, semua rahasia yang terbongkar satu-persatu akan membuat grafik melonjak beriringan dengan aksi-aksi penuh adrenalin.

Bertabur bintang karakter

Siapa lagi yang ditunggu selain aksi Shanks? Shanks dan para awak kapal Bajak Laut Rembut Merah yang ikut bertempur di akhir laga memuaskan semua spekulasi. Apalagi duet beberapa awak yang memang telah memiliki hubungan, seperti Usop dan ayahnya Yasopp.

Tak hanya 2 bajak laut ini, para Marine juga ikut meramaikan perburuan Uta yang dianggap bahaya oleh Pemerintah Dunia. Di sisi bajak laut lain, Law dan Bartolomew, serta para komplotan dari Big Mom ikut menambah keseruan aksi di konser Uta ini. Banyaknya karakter membuat cerita begitu ringan dari lelucon mereka yang mungkin membenci satu sama lain.

Fyq3fawx0aqh8be - inilah.com

Hal unik yang luput dari keseruan pertarungan adalah alat yang digunakan Uta untuk menyiarkan nyanyiannya ke seluruh dunia. Hal yang mungkin dilihat di seri animenya hanya sebagai telepon, namun den-den mushi kali ini menyesuaikan jaman streaming yang menjadi kunci Uta menyebarkan lagunya hingga memiliki banyak penggemar.

Baca juga
Jokowi Bertolak ke Asia Timur, Kunjungi 3 Negara Bahas Isu Global

Uta yang dapat mengontrol semua karakter di dunianya, namun tidak dengan kekuatan mereka. Para karakter masih dapat menggunakan kekuatannya, bahkan untuk melawan Uta sendiri. Dunia yang Uta ciptakan melalui nyanyiannya seharusnya bisa mengontrol semua karena berdasarkan imajinasinya.

Bahkan terdapat saat Bartolomeo mengurungnya hingga suaranya tak dapat menembus Barier buatannya. Dan juga di akhir laga, Uta tak dapat mengontrol emosinya sendiri. Sebuah kontradiktif yang aneh tapi mungkin itu kelemahan kekuatan Uta.

Kesimpulan

One Piece Film Reds Uta No Uta Insert Song Unveils Cd Jacket By Eiichiro Oda Cover - inilah.com

Semua elemen yang membuat penggemar anime terpikat di One Piece Film: Red dengan sensasi maksimal. Bukan hanya guratan animasinya yang khas, kisahnya serta alunan musiknya pun sangat mengaduk emosi.

Sejumlah komentator berpendapat, sukses One Piece Film: Red antara lain juga karena sejumlah faktor seperti kisah cerita di balik kepala bajak laut rambut merah Shanks yang memiliki banyak penggemar.

Namun, harus diingat, One Piece Film: Red bukanlah tontonan anak-anak. Meski dalam balutan animasi, tak disangkal banyak terdapat adegan terbuka meski tak berlebihan adegannya. Tak heran karena penggemar One Piece rata-rata adalah berusia 17 tahun ke atas. Dibutuhkan kebijaksanaan penonton untuk memperhatikan golongan usia ini.

Nah, jika Anda penggemar anime One Piece, Film ini tak boleh ketinggalan. Ini film yang wajib ditonton di berbagai bioskop di jaringan CGV dan cinema XXI mulai 21 September. Tetapi, ingat, jangan lupa menerapkan protokol kesehatan di dalam gedung bioskop.

Tinggalkan Komentar