RI Berhasil Tekuk COVID-19, Rizal Ramli Sebut Jasa 2 Menteri dan Anies, Lainnya Cuman Klaim

RI Berhasil Tekuk COVID-19, Rizal Ramli Sebut Jasa 2 Menteri dan Anies, Lainnya Cuman Klaim - inilah.com

Munculnya COVID-19 varian Delta dari India pada Desember 2020 yang memuncak pada Juli 2021, bikin ketar-ketir sejumlah pejabat negara. Kini, semuanya berubah. Indonesia termasuk negara yang berhasil menekuk COVID-19.

Atas capaian ini, ekonom senior DR Rizal Ramli, tak segan-segan memuji jasa tiga orang. Siapa saja mereka? Bukan Menko Kemaritman dan Investasi Luhut B Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga, atau Menteri Keuangan Sri Mulyani. Bukan pula Presiden Joko Widodo. Lalu siapa?

“Menkes Budi Sadikin, Menlu Retno, dan jangan lupa Gubernur DKI Anies Baswedan. Kalau yang mengaku-aku berjasa, lain lagi. Kita punya catatannya. Siapa saja yang kerja, kerjanya apa. Saya kira, tiga orang itu, pantas mendapatkan kredit poin dalam menangani pandemi COVID-19,” papar Rizal kepada Inilah.com, Kamis (21/10/2021).

Dikatakan mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi agrsif dalam berburu vaksin COVID-19. Belakangan jerih payah sang menteri tidak sia-sia. “Menlu Retno sangat low profile, kerjanya tidak kelihatan tetapi luar biasa. Dia sibuk mencari vaksin gratis ke Amerika, Eropa, dan WHO. Setelah dapat, ada menteri yang ingin jual. Tapi setelah muncul protes, enggak jadi,” paparnya.

Baca juga  Limbah Medis di Bekasi Bukan Bekas Covid-19

Kedua, lanjut mantan Menko Kemartiman di periode pertama Presiden Jokowi itu, kinerja Menteri Kesehatan Budi Gunadi dalam menangani COVID-19, layak diapresiasi. “Menkes Budi Sadikin terus push secara sistematis, vaksinaisasi. Terbukti sekarang resiko COVID-19 menurun,” tuturnya.

Terakhir yang paling dahsyat, kata Bang RR, sapaan akrabnya, adalah jasa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang sangat agresif menurunkan penyebaran COVID-19.

Sekedar mengingatkan, kasus positif COVID-19 mengalami pertumbuhan tertinggi pada 12 Juli 2021. Angkanya mencapai 14.619 kasus dalam 24 jam, sehingga kumulatifnya menjadi 677.061 orang.

Di hari yang sama, penambahan kasus kematian COVID-19 mencapai 123 orang. Sedangkan jumlah pasien sembuh juga meningkat 20.478 orang. Saat rekor tertinggi kasus COVID-19, DKI Jakarta menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Baca juga  Mulai 20 Desember, Objek Wisata dari Sabang-Merauke Terapkan Ganjil-Genap

Kini, data Kamis (21/10/2021) pukul 12.00 WIB, kasus COVID-19 di DKI Jakarta bertumbuh 89 kasus.

“Gubernur Anies Baswedan sangat agresif dalam menangani COVID-19 di DKI Jakarta. Kini angkanya sudah turun signifikan. Kita harus berterima kasih dan akui bahwa mereka adalah pahlawan,” pungkas Rizal.

Dalam Seminar Sinergi Pengawasan Program PC-PEN, Jakarta, Kamis (21/10/2021), Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim pertumbuhan COVID-19 berhasil ditangani. Penurunan kasus COVID-19 di Indonesia, diiringi turunnya angka kematian.

“Dari data, Indonesia negara yang relatif sangat baik dalam penanganan COVID-19, baik dari kasus harian atau kasus mingguan. Kasus kematian juga bisa ditekan rendah dan Indonesia dalam situasi yang cukup baik,” tutur Sri Mulyani.

Baca juga  Lawan Covid-19, Yuk Bantu Sesama

Beberapa negara seperti Turki, Inggris dan Rusia, kata Sri Mulyani, masih berkutat dengan COVID-19 varian Delta. Penambahan kasus di negara-negara tersebut, masih cukup tinggi. Padahal, Inggris bakal menjadi tuan rumah pertemuan dunia membahas ancaman perubahan iklim (KTT Iklim COP 26).

Di tingkat regional, penanganan COVID-19 negara-negara ASEN dinilai relatif baik. Termasuk Vietnam yang tahun lalu sempat kedodoran menghadapi varian delta. Sayangnya, Singapura masih bergelut menangani varian delta.

Bahkan Sri Mulyani menyebut kasus yang terjadi di Kota Singa lebih parah bila dibandingkan 2020. “Saat ini hampir semua negara-negara di ASEAN mengakami penurunan kasus kecuali Singapura yang lonjakannya masih tinggi dan lebih parah dari tahun lalu,” katanya.

 

Tinggalkan Komentar