Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

RI Turun Kelas Jadi Negara Menengah Bawah, Alvin Lie Heran BI Salahkan Pandemi

Senin, 14 Feb 2022 - 22:13 WIB
RI Turun Kelas Jadi Negara Menengah Bawah, BI Salahkan Pandemi

Mantan Ombudsman RI Alvin Lie heran dengan pejabat BI yang menyalahkan pandemi sebagai penyebab Indonesia turun kelas, menjadi negara berpenghasilan menengah bawah.

Dikutip dari akun Twitter pribadinya @alvinlie, Senin (14/2/2022). Dengan gaya sedikit meledek, dia tuliskan. “Pandemi tidak bisa protes dijadikan kambing hitam.”

Rupanya, pernyataan Alvin ini ditujukan kepada  Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Solikin Juhro yang mengatakan, pandemi COVID-19 adalah biang keladi Indonesia gagal mempertahankan posisi sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas. Sama halnya, Indonesia turun kelas menjadi negara berpenghasilan menengah bawah.

Kata Solikin, pandemi COVID-19 menggerus proyeksi (trajectory) Indonesia, sebagai negara berpenghasilan tinggi atau negara maju. Hal tersebut bisa dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita RI yang turun pada 2020 jadi US$3.900-an per tahun masuk dalam standar negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Baca juga
Rupiah Unjuk Gigi Jelang Rapat Bulanan Bank Indonesia

“Performa pertumbuhan yang berada pada level relatif tinggi telah mendorong pendapatan per kapita Indonesia ke kategori menengah ke atas, tapi pandemi telah mengubah trajectory tersebut,” ujarnya pada agenda G20 bertajuk Shfting Toward Higher Value-Added Industries, Senin (14/2/2022).

Kendati demikian, Solikin mengaku optimistis bahwa Indonesia masih bisa menjadi negara maju, sesuai target pada 2045. Salah satu caranya dengan mengungkit nilai tambah dari industri manufaktur yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. “Indonesia sekarang memiliki PDB per kapita sekitar US$3.900 per tahun (2020). Ini lebih dekat pada rentang negara berpenghasilan menengah ke bawah,” terang dia.

Baca juga
Dikerjai Hacker Rusia, 487 MB Data di BI Amblas

Data serupa juga sebelumnya dipaparkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pendapatan per kapita RI pada tahun lalu sebesar Rp62,2 juta setara PDB US$4.349. Angka tersebut naik dari PDB 2020 sebesar US$3.934,5 atau pendapatan per kapita Rp57,3 juta.

Sebelum pandemi menghantam, pendapatan per kapita RI sempat berada pada level US$4.129,8 atau Rp59,3 juta, lebih rendah dari 2021 namun di atas 2019.

Bank Dunia (World Bank) pada 2020 menurunkan Indonesia dari kategori negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income) pada 2019 lalu menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income).

Dari publikasi yang diperbarui setiap 1 Juli tersebut, Bank Dunia mencatat Pendapatan Nasional Bruto (GNI) Indonesia turun dari US$4.050 menjadi US$3.870. Penurunan status RI lantaran dampak pandemi covid-19 yang memukul penghasilan masyarakat.

Baca juga
Lagi, BI Kempit Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen

Perhitungan yang dilakukan Bank Dunia mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar mata uang, dan pertumbuhan populasi yang dipengaruhi oleh GNI per kapita.

Dalam klasifikasi baru, Bank Dunia mengkategorikan negara berpenghasilan menengah ke bawah dengan rentang pendapatan US$1.046-US$4.095 dan kelompok penghasilan menengah ke atas US$4.096-US$12.695.

 

Tinggalkan Komentar