Selasa, 07 Februari 2023
16 Rajab 1444

Lupakan Rivalitas, Ribuan Bonek Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Okt 2022 - 21:31 WIB
Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) (ist)

Ribuan suporter Persebaya atau Bonek gelar doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan, Senin malam (3/10/2022).

“Mohon keikhlasan dulur-dulur (saudara) untuk berdoa kepada saudara kita di Kanjuruhan, Malang. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. Kita singkirkan rivalitas, kita di sini dalam satua bingkaian NKRI. Salam satu nyali,” kata Husein Gozali dari Bonekmania yang akrab disapa Cak Cong, saat sambutan di Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Doa bersama ini dihadiri Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, Perwakilan Manajemen Persebaya Nanang, perwakilan pemain persebaya Alwi dan lainnya.

Baca juga
Setelah Terusir Sana-Sini, Arema Siap Jamu PSM Makassar di PTIK

Mereka menyalakan lilin sebagai tanda duka cita serta keprihatinan yang mendalam terhadap tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya, Sabtu malam (1/10/2022).

Mewakili Persebaya, Nanang mendoakan para korban tragedi di Kanjuruhan itu dan berterima kasih kepada Kalpolrestabes Surabaya yang telah memimpin pengawalan para pemain Persebaya dalam keadaan selamat.

“Kami dari manajemen Persebaya, mengajak bonek bahwasanya rivalitas 90 menit, selebihnya adalah saudara,” kata dia.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengajak semua pihak mendoakan korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan mendapatkan tempat mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban luka juga segera diberikan kesembuhan. Kita sepakat, tidak ada yang melebihi nyawa manusia meskipun itu pertandingan. Semoga ini yang terakhir,” kata dia.

Baca juga
Mahfud MD Sebut Aparat Sudah Usul Kickoff Arema Vs Persebaya Sore Hari, Tapi...

Kericuhan terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 untuk Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu 1 Oktober 2022.

Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk lapangan. Suasana semakin tak terkendali ketika sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya.

Petugas pengamanan, kemudian berusaha mencegahnya dengan melakukan pengalihan agar suporter tidak dalam lapangan untuk mengejar pemain. Dalam prosesnya, petugas melakukan tembakan gas air mata.

Tinggalkan Komentar