Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Ricky dan Kuat Plin-plan Soal Sarung Tangan Hitam Sambo, Kubu Bharada E Bakal Mendalami

Rabu, 30 Nov 2022 - 10:38 WIB
1669778152291 - inilah.com
Kuasa Hukum Bharada E, Ronny Talapessy memberikan keterangan kepada awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (30/11/2022). (Foto: Inilah.com/Safarian Shah)

Kuasa Hukum Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ronny Talapessy bakal mendalami keterangan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf terkait sarung tangan hitam yang dikenakan Ferdy Sambo saat mengeksekusi Brigadir J, Jumat (8/7/2022) lalu.

Langkah itu bakal dilakukan Ronny lantaran Ricky-Kuat dinilai plin-plan seiring keterangan mereka yang berubah-ubah dalam Acara Pemeriksaan (BAP) menyangkut sarung tangan hitam Ferdy Sambo.

“Kami dari penasihat hukum memfokuskan terkait sarung tangan hitam. Kami mencatat ada beberapa perubahan, saya kasih sedikit informasi terkait dengan sarung tangan, sebelumnya RR dan KM Melihat sarung tangan, pada BAP berikutnya mereka merubah keterangan,” kata Ronny sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (30/11/2022).

Baca juga
Keistimewaan Putri Candrawathi yang Tak Dimiliki Perempuan Lain yang Berstatus Tersangka

Dia menjelaskan, pihaknya akan mendalami kebenaran keterangan dari kedua terdakwa.

“Ini krusial. Mereka merubah bersama-sama untuk menyudutkan Richard Eliezer,” ujarnya.

Sebelumnya, sarung tangan hitam yang dikenakan Ferdy Sambo saat mengeksekusi Brigadir J sempat terkuak dari keterangan ajudan Ferdy Sambo, Brigadir Adzan Romer. Romer bersaksi dalam sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada E di PN Jaksel, Senin (31/10/2022).

Dalam kesaksiannya, Romer mengungkapkan Ferdy Sambo telah memakai sarung tangan hitam dan membawa senjata jenis HS ketika tiba di rumah dinas di Kompleks Polri Duren Tiga, Jaksel.

Bahkan, saat keluar dari mobilnya, Ferdy Sambo sempat menjatuhkan senjata HS. Sambo lalu kembali memasukkannya ke kantong celana sebelah kanan.

Baca juga
Legenda Brasil Pele Soroti 33 Anak yang Tewas Sia-sia di Tragedi Kanjuruhan

“Bapak minta berhenti, berhenti disini. Tidak dijelaskan mau ngapain, terus saya turun. Saya turun duluan membukakan pintu. Tapi tidak langsung turun, sempat jalan lagi ditinggal mobil itu sekitar 10 meter. Saya tunggu bapak buka pintu dari dalam dulu baru saya buka,” ujar Romer membeberkan.

“Setelah itu baru turun, senjata jatuh. Saya sebagai ADC (Aide De Camp) mau mengambil senjata itu. Tapi keduluan Pak FS, bapak menggunakan sarung tangan warna hitam,” katanya menambahkan.

Tinggalkan Komentar