Selasa, 07 Februari 2023
16 Rajab 1444

Rider WSBK 2022 Bakal Didampingi Umbrella Girl Berpakaian Adat NTB

Sabtu, 17 Sep 2022 - 10:05 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Wsbk mandalika umbrella girl - inilah.com
(Foto: Antara)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan gadis payung atau umbrella girl dengan mengenakan pakai adat dalam ajang World Superbike (WSBK) 2022 di Sirkuit Mandalika, 11-13 November

Pakaian adat tersebut berasal dari tiga suku besar di wilayah itu yakni Sasak, Samawa dan Mbojo (Sasambo).

Komandan Lapangan WSBK Mandalika, Jamaluddin Maladi mengatakan, pemilihan gadis payung dengan mengenakan pakaian adat daerah ini selain mendukung balapan, juga untuk mempromosikan nilai-nilai lokal kepada penonton di seluruh dunia.

Untuk pemilihan gadis payung sendiri akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) NTB.

“Umbrella girl atau gadis payung bukan dari orang asing atau luar negeri. Gadis payung ini berasal dari orang lokal yang memakai pakaian adat Sasambo,” kata Jamaluddin dikutip pada Sabtu (17/9/2022).

Baca juga
Kasus Penelantaran Pendaki Gunung Rinjani Berakhir Damai

Tak hanya itu, payung pun diupayakan menggunakan khas tenun Sasambo. Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Sosial Kemasyarakatan itu menambahkan, selain pemilihan gadis payung, ada berbagai kegiatan lokal dalam mendukung dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Di antaranya, Lombok Sumbawa Fair atau pameran produk lokal produksi UMKM setempat dan lomba esports (game online) yang saat ini digandrungi anak-anak muda.

Lombok Sumbawa Fair ini lebih pada pameran produk lokal. Dengan tujuan memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya para UKM/UMKM lokal NTB,” ujarnya.

Untuk UKM/UMKM lokal NTB ini diberikan kesempatan untuk mempromosikan berbagai produk unggulan-nya masing-masing. Nantinya ada lokasi yang disediakan untuk digunakan oleh para UKM/UMKM. Kegiatannya sendiri akan berlangsung satu pekan sebelum balapan.

Baca juga
Race 1 WSBK Diundur, Daily Pass Sabtu Bisa Digunakan Lagi Minggu

Ia menuturkan, saat ini UKM/UMKM sedang didata oleh Dinas Koperasi dan UKM NTB berkoordinasi dengan pemerintah daerah di 10 kabupaten/kota di NTB.

Tinggalkan Komentar