Ridwan Kamil Harap Konflik PTMSI Segera Selesai Agar Atlet Tak Terlantar

Ridwan Kamil Harap Konflik PTMSI Segera Selesai Agar Atlet Tak Terlantar - inilah.com
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengaku prihatin atas konflik yang terjadi dalam induk cabang olahraga tenis meja yakni Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) yang hingga kini tak kunjung usai.

Buntut konflik itu menyebabkan cabang olahraga (cabor) tenis meja absen hampir diseluruh kompetisi baik nasional maupun internasional.

“Terakhir pesan saya para orang tua (PTMSI) mohon jangan bertengkar. Kalau orang tuanya bertengkar kasihan anak-anaknya,” kata Ridwan Kamil saat pembukaan turnamen Tenis Meja UAH Super Series 2021, di Bandung, Jumat (22/10/2021).

Kang Emil panggilan akrab Ridwan Kamil menilai konflik yang terjadi selama bertahun-tahun di PTMSI harus segera diselesaikan. Karena masih ada kepentingan besar yang harus diutamakan yaitu para atlet.

Baca juga  LADI Ngutang Rp300 Juta ke Lab Qatar, Pihak Menpora Buru-buru Melunasi

Jika konflik ini masih terus berlanjung, kedepannya para atlet tenis meja tidak akan memiliki ruang untuk bisa berkompetisi baik di turnamen nasional maupun internasional.

“Ingat sila ketiga persatuan Indonesia, ingat sila ke empat kalau ada perselisihan ada musyawarah ada mufakat. Dan ingat semua itu adalah landasan kita berbangsa dan bernegara. Mudah-mudahan tuhan mengabulkan doa saya seorang pemimpina. Persatuan tenis meja bisa bersatu, bisa fokus sehingga lahir lah pemain-pemain yang luar biasa,” ungkapnya.

Sebelumnya, konflik kepengurusan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) tak kunjung beres. Hal itu berimbas dengan tidak dikirimkannya atlet tenis meja ke SEA Games 2019 di Manila. Yang terakhir cabor Tenis Meja tak diikutsertakan dalam PON XX di Papua.

Baca juga  Gubernur Anies Sebut Atlet PON XX Pahlawan, Hidayat: Terima Kasih Pak...

Dalam waktu empat tahun terakhir PTMSI terpecah jadi tiga. PTMSI yang diketuai Oegroseno, Lukman Eddy, dan Peter Layardilay mengklaim sebagai kepengurusan PTMSI yang sah periode 2018-2022. Peter sendiri menggantikan Tahir yang telah memilih mundur dari jabatannya.

Dualisme di PTMSI sendiri sudah muncul saat Lukman Edy terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tahun 2016 lalu. Lukman Edy menggantikan mantan ketua DPR RI, Marzuki Alie.

Saat itu sudah muncul PTMSI yang dipimpin oleh Oegroseno. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kala itu mengakui PTMSI pimpinan Lukman, namun induk organisasi tenis meja yang dipimpin Oegroseno baru saja memenangkan kasasi di tingkatan Mahkamah Agung.

Baca juga  PDIP Minta Etika Anies Diperbaiki Dulu Sebelum Jadi Capres

Perpecahan di tubuh PTMSI itu pun terus berlanjut hingga kini. Konflik tersebut kembali mengemuka saat berlangsungnya Kongres pemilihan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta pada 9 Oktober lalu.

Tinggalkan Komentar