Jumat, 19 Agustus 2022
21 Muharram 1444

Ridwan Kamil Semringah Namanya jadi Cawapres Unggulan

Selasa, 11 Jan 2022 - 11:31 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Ridwan Kamil Semringah Namanya jadi Cawapres Unggulan

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil semringah namanya jadi cawapres unggulan menurut hasil survei nasional. Ridwan Kamil tersangjung meski namanya berada di bawah Sandiaga Uno dalam bursa cawapres 2024.

Survei itu bertajuk Pemulihan Ekonomi Pasca COVID-19, Pandemic Fatigue, dan Dinamika Elektoral Jelang Pemilu 2024. Indikator melakukan survei pada 6 hingga 11 Desemberi 2021.

“Jujur saja saya kaget berada di urutan kedua di bawah Bang Sandi Uno yang pernah jadi cawapres waktu pilpres kemarin. Namun tentu saya apresiasi karena ini kan datang dari pilihan masyarakat. Meskipun itu hanya persepsi hari itu saja saat survei di lakukan kan,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (11/1/2022).

Baca juga
Paguyuban Pasundan Sarankan Ridwan Kamil Terima Tawaran Jokowi

Ridwan Kamil berada di urutan kedua dengan raihan 15,3 persen di bawah Menparekraf, Sandiaga Uno yang meraih 25 persen.

Pertanyaan dalam survei ini dengan meminta respon masyarakan jika Pilpres terjadi saat ini.

Perolehan persentase Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno hanya bersaing dengan Agus Harimurti Yudhoyono dengan 12 persen. Selebihnya, nama-nama lain seperti Menteri BUMN Erick Thohir atau Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hanya meraih angka di bawah 10 persen.

Ridwan Kamil Semringah Meski Survei Tak Jadi Acuan

Oleh karena itu, Ridwan Kamil tak ingin berbagai hasil survei dari lembaga, khususnya yang berkaitan dengan pemilihan presiden membuatnya mengaburkan fokusnya menjalankan tugas sebagai Gubernur Jawa Barat.

Baca juga
Kang Emil Sempat Ikhlaskan tak Bertemu Jasad Eril

Terlebih, berdasarkan pengalamannya, ada kinerja politik yang tidak bisa terbaca oleh survei.

Sebagai contohnya, kata dia lagi, saat maju menjadi calon Wali Kota Bandung pada tahun 2013, hasil surveinya mulai dari enam persen.

Pada akhirnya, usai pencoblosan, ia dan Oded berhasil memenangkan kontestasi politik dengan meraih suara 45 persen.

Dia juga memberi contoh lain, saat Pemilihan Gubernur Jawa Barat, tingkat keterpilihan salah satu pesaingnya dalam survei hanya 12 persen. Ketika saat pemilihan, meski kalah, pesaingnya itu bisa meraih 29 persen suara.

“Ada kerja-kerja politik yang tidak terbaca oleh survei. Tapi, kalau konteks survei, lebih relevan ketika nama-nama calon sudah resmi dipasangkan,” katanya.

Tinggalkan Komentar