Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Riset Setara Institut Tahbiskan Depok Jadi Kota Intoleransi

Depok
Depok menjadi kota paling intoleransi tahun 2021 versi Setara Institut.

Setara Institut memaparkan riset indeks kota toleransi 2021 yang menahbiskan Depok menjadi kota paling intoleransi. Hasil riset yang diukur melalui empat variabel mencakup regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah terhadap kasus intoleransi, regulasi sosial, dan demografi agama menempatkan Depok dengan skor 3,577 atau paling rendah dari 94 kota di seluruh Indonesia.

Direktur Eksekutif Setara Institut, Ismail Hasani menuturkan, Depok turun dua peringkat dari hasil riset tahun sebelumnya. Kemunduran ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya produk hukum dan tindakan wali kota yang tidak proporsional.

“Dari semua variabel yang kita catat, yang bisa menyelamatkan Depok hanya masyarakat sipil,” kata Ismail, di Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Baca juga
Foto: Evakuasi Mobil Tertabrak KRL Commuter Line di Citayam

Dikatakan, Depok memiliki skor buruk dalam variabel yang bobotnya tinggi. Khususnya dalam produk hukum atau regulasi yang dinilai Setara Institut diskriminatif.

Tindakan diskriminatif paling mencolok dilihat dari instruksi wali kota yang memerintahkan penyegelan tempat ibadah tanpa alasan jelas. Bahkan terdapat kesan Depok, yang masuk aglomerasi Jakarta, tertutup atas kemajemukan warga baik yang tercermin dalam produk regulasi maupun tindakan wali kota.

“Itu bagian dari proses segregasi yang dipicu oleh kepemimpinan politik di tingkat lokal,” kata Ismail.

riset kota toleransi
Indeks 10 Kota Toleransi Versi Tahun 2021 Versi Setara Institut.

Sedangkan untuk variabel regulasi sosial mencakup dinamika masyarakat sipil atas peristiwa intoleransi, Depok mendapatkan skor baik. Hanya saja skor tersebut tidak bisa menutupi rendahnya penilaian pada variabel lain.

Baca juga
Singapura Bebaskan Sejumlah Negara Besar dari Kewajiban Karantina
Untitled - inilah.com
Indeks 10 Kota Tidak Toleransi Tahun 2021 Versi Setara Institut

Depok tergabung dalam 10 besar kota tidak intoleransi bersama Pariaman (Sumatera Barat), Cilegon (Banten), Banda Aceh, hingga Makassar (Sulawesi Selatan). Sedangkan wilayah aglomerasi Jakarta yang masuk 10 besar kota paling toleransi adalah Bekasi.

Adapun Singkawang menempati skor tertinggi dalam daftar 10 kota paling toleransi dengan skor akhir 6,483. Singkawang yang memiliki produk hukum maupun regulasi memadai untuk menjamin harmonisasi penduduk yang multietnis.

 

Tinggalkan Komentar