Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Mensos Risma Dinilai ‘Melempem’, Terlalu Andalkan Bansos untuk Tuntaskan Masalah Sosial

Jumat, 15 Apr 2022 - 14:27 WIB
Ilustrasi pemberian bansos.Foto: Istimewa
Ilustrasi pemberian bansos.Foto: Istimewa

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini diminta menghadirkan terobosan terbaru guna menyelesaikan permasalahan sosial di Tanah Air. Artinya, tidak terlalu mengandalkan bantuan sosial (bansos) dalam menuntaskan permasalahan sosial.

“Risma ‘melempem’, tidak bertaji. Bansos itu sifatnya sementara, bukan program berkepanjangan. Lebih kepada arah politik jangka pendek, merusak karena bansos itu keliatannya seperti menolong tapi merusak dan tidak mendidik masyarakat,” kata Trubus kepada Inilah.com, Jumat (15/4/2022).

Pernyataan Trubus seiring Langkah Risma meminta tambahan anggaran Rp11 triliun kepada DPR RI untuk membiayai empat program kerja Kementerian Sosial (Kemensos). Sekitar Rp9,6 triliun dari Rp 11 triliun itu bakal digelontorkan untuk bantuan sosial anak yatim.

Trubus menjelaskan,  Risma semestinya harus mengeluarkan kebijakan untuk menghapus bansos. Sebab, Trubus menilai, Risma cukup berprestasi saat menjadi Wali Kota Surabaya.

Baca juga
Mensos Risma Jangan Hanya Marah-marah, BPK Temukan Penyimpangan Bansos Rp3 Triliun

Oleh karena itu, lanjut Trubus, sebagai Mensos saat ini, Risma harus merancang program pemberdayaan dan pembangunan sosial untuk mengentaskan permasalahan kemiskinan secara jangka panjang.

“Mengarahkan pemberdayaan masyarakat, berwirausaha. Ini soal mental.  ini tidak pernah terpikirkan untuk distop agar mental masyarakat maju dan tangguh, berdaya juang, serta inovatif dan kreatif,” lanjutnya.

Lebih lanjutnya, Trubus menerangkan, selain tidak memiliki terobosan di Kemensos, Risma juga belum bisa menuntaskan masalah klasik bansos yakni validasi data dan masalah penyaluran.

“Itu merusak mental masyarakat karena instan. Sebagai kebijakan turunan itu saja masalahnya belum bisa diselesaikan sama Risma, soal data valid dan masalah penyalurannya yang tidak tepat sasaran,” tegas Trubus. [yud]

Tinggalkan Komentar