Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

RSPI Sulianti Saroso Temukan Hiperkoagulopati pada Pasien Omicron

Kamis, 30 Des 2021 - 16:18 WIB
RSPI Sulianti Saroso
foto ANTARA

Tim medis Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Suroso Jakarta masih mempelajari kasus hiperkoagulopati pada pasien Omicron.

Hiperkoagulopati adalah kondisi seseorang dengan peningkatan kecenderungan membentuk bekuan darah dalam pembuluh darah pada pasien dengan infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 varian Omicron.

“Kita ada standar pemeriksaan dan ditemukan ada kondisi hiperkoagulopati. Apakah ini terjadi akibat komorbid atau yang lain, itu sedang kita pelajari,” kata Ketua Pokja Pinere RSPI Sulianti Suroso Pompini Agustina Sitompul dikutip dari melalui YouTube RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, Kamis, (30/12/2021).

Masih menurut Pompina Agustina Sitompul, hiperkoagulopati akan berdampak pada organ-organ tubuh lainnya.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Senin, 31 Januari 2022

“Hiperkoagulopati ini bisa berdampak pada ginjal, paru, jantung, dan lainnya. Itu sedang kita pelajari. Ada beberapa kasus konfirmasi yang memiliki komorbid dan mulai muncul tanda hiperkoagulopati,” tambahnya.

RSPI Sulianti Saroso Ungkap 68 Kasus Omicron, Terbanyak dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Pompini mengatakan, saat ini sudah sudah ada 68 kasus infeksi Omicron di Indonesia dan mayoritas infeksi terjadi pada pelaku perjalanan dari luar negeri. Hanya ada satu pasien yang mengalami transmisi lokal Omicron.

RSPI Sulianti Saroso saat ini menangani pasien yang kemungkinan maupun terkonfirmasi terinfeksi Omicron . Mereka adalah para pasien yang tidak mengalami gejala sakit dan mengalami gejala ringan.

Baca juga
Di Beranda Istana Alhambra (18)

Pasien yang terserang Omicron juga ada yang sudah mendapat dua kali suntikan vaksin COVID-19.

Gejala Omicron Sama Seperti Kasus COVID-19 Sebelumnya

Pompini menjelaskan bahwa secara umum gejala pasien terinfeksi Omicron tidak jauh berbeda dengan pasien COVID-19 yang mengalami gejala ringan. Gejalanya antara lain anosmia (gangguan indra penciuman), hidung tersumbat, dan batuk.

“Sampai saat ini yang belum ditemukan adalah gambaran pneumonia. Mudah-mudahan tidak sampai sana,” katanya.

Pompini mengatakan tim medis memberikan perhatian khusus pada pasien terinfeksi Omicron yang memiliki penyakit penyerta meski tidak mengalami gejala sakit.

Tim medis mengintervensi pada pasien terinfeksi Omicron antara lain mengisolasi pasien di ruangan khusus, memberikan multi-vitamin, memberikan dukungan psikologis, dan melakukan rehabilitasi medis.

Baca juga
Jakarta Banjir dari Zaman Belanda Diatasi Era Anies

“Yang khas di RSPI Sulianti Suroso ini kita melakukan evakuasi pasien dengan alur cepat, tidak kontaminasi banyak petugas kesehatan, dan langsung mengarah ke ruang isolasi pasien,” papar Pompini Agustina Sitompul.

Tinggalkan Komentar