Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Rumor Polisi Saling Tembak, Polda Metro Klarifikasi dan Lakukan Pengusutan

Kamis, 04 Agu 2022 - 15:03 WIB
Img 0248 - inilah.com

Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi terkait rumor adanya dua anggota polisi saling tembak. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, rumor itu tidak benar dan akan mengusutnya.

“Bukan penembakan,” kata Zulpan di Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Dia menjelaskan, kejadian yang sebenarnya adalah kelalaian salah satu anggota Polda Metro Jaya menyangkut penggunaan senjata api. Kelalaian itu berujung insiden yang mengakibatkan seorang anggota polisi lainnya.

Menurut Zulpan, kejadian bermula saat Brigadir AS dan Bripda EP bertugas menjaga sebuah kantor bank di daerah Pecenongan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu siang (3/8/2022).

Zulpan menyebut, kedua anggota memang dibekali senjata api sesuai proseur. Hal ini demi menjaga keamanan nasabah.

Baca juga
Chantal Dewi Kepergok Konsumsi Sabu di Apartemen Mewah

Untuk menjaga keamanan nasabah, Zulpan menjelaskan bahwa kedua anggota memang dilengkapi dengan senjata api sesuai prosedur.

“Yang pegang senjata adalah si brigadir (AS), dia membersihkan selongsong senjata sambil ngobrol,” terang Zulpan.

Kemudian, Brigadir AS bermaksud memasukkan pistol ke sarung pistol. Saat itu, sambung Zulpan, pemicu senjata tidak sengaja tertarik sehingga meletus saat Brigadir AS memasukkan senjata ke sarung pistol di pinggang.

Imbasnya, Bripda EP terluka. Meski begitu, tidak melukai organ vital. Korban dikabarkan dibawa ke Rumah Sakit Husada.

“Sebelum (senjata) itu dimasukkan, mungkin cara megangnya jarinya masuk ke dalam itu pemicu. Melukai tapi tidak bahaya, tidak mematikan, tidak di bagian organ yang mematikan,” ujar Zulpan.

Baca juga
Polda Metro Siagakan 8.350 Personel Amankan Demo Kenaikan BBM Hari Ini

Zulpan menambahkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri akan memeriksa Brigadir AS untuk mengetahui pelanggaran disiplin atau kode etik. Termasuk kemungkinan unsur pidana yang dilakukan.

“Nanti Propam melihat apa ada unsur pidana atau disiplin,” tegas Zulpan

Tinggalkan Komentar