Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Rupiah ‘Kena Getah’ Lambungan Inflasi AS

Rabu, 14 Sep 2022 - 10:25 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Rupiah ‘Kena Getah’ Lambungan Inflasi AS - inilah.com
(Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Transaksi nilai tukar (kurs) rupiah antarbank di Jakarta pada Rabu (14/9/2022) pagi melemah. Mata uang garuda tertekan negatif dari sentimen data inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi.

Tak tanggung-tanggung, rupiah pagi ini melemah 88 poin atau 0,6 persen ke posisi Rp14.940 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.852 per dolar AS.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (14/9/2022) mengatakan, data inflasi AS yang dirilis semalam direspons dengan penguatan dolar AS.

“Pasar melihat tingkat inflasi AS bulan Agustus masih menunjukkan kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi AS secara tahunan pun masih berada di atas kisaran 8 persen,” ujar Ariston.

Baca juga
Rupiah Tembus Rp15.000, Gubernur BI Santai Bandingkan dengan India

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/9/2022) bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) negara itu naik 0,1 persen (mom) pada Agustus atau 8,3 persen (yoy). IHK inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,6 persen (mom) atau 6,3 persen (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi pasar.

Indeks yang lebih tinggi dari yang diperkirakan mendorong dolar AS lebih kuat dan memicu ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga yang lebih besar oleh Federal Reserve (Fed) dalam upaya untuk mengekang inflasi yang kian panas.

“Hal ini bakal menjadi alasan bagi The Fed untuk melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga acuannya. Sebelumnya para pejabat The Fed telah mengindikasikan bahwa menurunkan tingkat inflasi adalah prioritas utama saat ini,” kata Ariston.

Baca juga
Dolar AS Melonjak, Yuan Cetak Rekor Terburuk Sejak Krisis 2008

Dari dalam negeri, lanjut Ariston, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM subsidi masih menjadi penekan rupiah karena berpotensi menaikkan inflasi Indonesia lebih tinggi yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp14.850 per dolar AS hingga Rp14.950 per dolar AS.

Pada Selasa (13/9/2022)  rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp14.852 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.842 per dolar AS.

Tinggalkan Komentar