Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Rupiah Keok Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga the Fed

Senin, 14 Mar 2022 - 18:50 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Editor : Ibnu Naufal
Rupiah Keok Akibat Eekspektasi Kenaikan Suku Bunga the Fed - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Seiring ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (Fed), nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah.

Rupiah ditutup melemah 32 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp14.333 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.301 per dolar AS.

“Dolar AS menguat di tengah ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga AS oleh The Federal Reserve pada pekan ini,” kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Senin (14/3/2022) sore.

Ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga menguat setelah inflasi konsumen AS melonjak pada Februari yang dirilis pada Kamis (10/3) lalu.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Jumat, 30 September 2022

Saat ini pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya sebesar 25 basis poin pada 17 Maret 2022 dini hari, dengan peluang sebesar 94 persen berdasarkan CME FedWatch Tool.

Sementara itu serangan Rusia yang terus dilakukan di sejumlah wilayah Ukraina meningkatkan minat investor terhadap aset aman.

Negosiasi Rusia-Ukraina

Pada pekan lalu Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa ada pergerakan positif yang pasti di dalam negosiasi Rusia dengan Ukraina. Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyadari perlu waktu dan kesabaran untuk mencapai kemenangan.

Pengeboman Rusia atas Ukraina terus berlangsung sepanjang minggu lalu yang telah berlangsung selama 16 hari terakhir dan konflik tersebut mengakibatkan susahnya jalur koridor kemanusiaan. Koridor kemanusiaan yang dibuka oleh Moskow hanyalah jalan yang menuju ke Rusia atau Belarus.

Baca juga
Pelonggaran Kuantitatif Bank of England Hanya Bikin Rupiah Naik Tipis

Sanksi internasional terus meningkat, dengan AS mengenakan larangan impor minyak mentah dan energi yang berhubungan dengan produk-produk dari Rusia yang efektif pada minggu lalu, sedangkan Eropa bergegas mencari alternatif untuk suplai gas mereka.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.309 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.309 per dolar AS hingga Rp14.348 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp14.328 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.306 per dolar AS.

Tinggalkan Komentar