Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Rupiah Lesu Tembus Rp15 Ribu Gara-gara Suku Bunga Acuan BI Bergeming

Kamis, 21 Jul 2022 - 16:30 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Rupiah Lesu Tembus Rp15 Ribu Gara-gara Suku Bunga Acuan BI Tak Naik - inilah.com
Foto: iStockphoto.com

Transaksi nilai tukar atau kurs rupiah antarbank di Jakarta pada Kamis (21/7/2022) sore melemah. Mata uang garuda ini lesu dan menembus level psikologis Rp15.000. Ini terjadi lantaran ditahannya suku bunga acuan Bank Indonesia.

Rupiah ditutup melemah 47 poin atau 0,31 persen ke posisi Rp15.037 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.990 per dolar AS.

“Menjelang sore ini, dolar juga terlihat menguat terhadap major currency dan juga nilai tukar regional. Jadi pelemahan rupiah ini juga didorong oleh eksternal,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis (21/7/2022).

Menurut Ariston, sentimen kenaikan agresif suku bunga acuan oleh bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), masih menjadi sentimen penekan rupiah dan nilai tukar lainnya terhadap dolar AS.

Baca juga
RI Turun Kelas Jadi Negara Menengah Bawah, Alvin Lie Heran BI Salahkan Pandemi

Pekan depan, lanjut Ariston, The Fed kemungkinan bersiap menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

“Sikap BI yang tetap mempertahankan suku bunga acuannya tidak membantu penguatan rupiah,” ujar Ariston.

Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-21 Juli 2022 memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan alias BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5 persen.

Selain itu Bank Indonesia turut mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility di level 4,25 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan keputusan tersebut konsisten dengan perkiraan inflasi inti yang masih terjaga di tengah risiko dampak perlambatan ekonomi global terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Kamis, 23 Juni 2022

“Dengan suku bunga acuan tetap di 3,5 persen, spread dengan suku bunga acuan AS semakin mendekat. Pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan hingga 3 persen tahun ini,” pungkas Ariston.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.991 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.989 per dolar AS hingga Rp15.046 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp15.017 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.984 per dolar AS.

Tinggalkan Komentar