Senin, 11 Mei 2026 | 23 Dzulqa'dah 1447
inilah.commarketsektor riilRupiah Loyo di Rp17.400, Airlangga Sebut Efek Musim Haji dan Pembagian Deviden

Rupiah Loyo di Rp17.400, Airlangga Sebut Efek Musim Haji dan Pembagian Deviden

Clara Medium.jpeg
Selasa, 5 Mei 2026 - 19:03 WIB
Share
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat konferensi pers, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat konferensi pers, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh level Rp17.400. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut pelemahan rupiah dinilai wajar ditengah masa haji dan pembagian deviden.

"Terkait dengan rupiah itu berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap US Dollar dan biasanya juga pada saat ibadah haji, demand terhadap dolar itu meningkat," ujar Airlangga saat konferensi pers, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, pelemahan mata uang rupiah juga dipengaruhi oleh pembagian deviden oleh emiten pada kuartal II. Dia pun mengatakan pemerintah akan terus memonitor perkembangan rupiah di negara lain.

"Jadi nanti kita juga akan monitor kebutuhan tersebut, dan juga biasanya di kuartal kedua itu juga ada pembayaran dividen, jadi demand terhadap dolar tinggi, dan kita lihat tetap monitor bagaimana dengan negara-negara lain," kata dia.

Dia menyampaikan, untuk mengatasi lemahnya mata uang rupiah pemerintah pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menyiapkan mekanisme Cross Currency Swap atau perjanjian antara dua pihak untuk menukar arus kas dalam dua mata uang berbeda.

"Tetapi kita sudah mempersiapkan dengan Bank Indonesia terkait dengan Cross Currency Swap dengan China, kemudian dengan berbagai negara lain termasuk Jepang, Korea dan yang lain sehingga berharap nanti ke depan kita juga akan terus mempersiapkan komposisi terkait dengan tingkat utang yang kita bisa, surat berharga yang kita bisa terbitkan yang sifatnya seperti dari China ataupun dari Yen, itu untuk menjaga tekanan terhadap US Dollar," jelasnya.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com