Selasa, 12 Mei 2026 | 24 Dzulqa'dah 1447
inilah.commarketbursaRupiah Masih Babak Belur Saat Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Ini Kata Purbaya

Rupiah Masih Babak Belur Saat Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Ini Kata Purbaya

Clara Medium.jpeg
Rabu, 6 Mei 2026 - 19:09 WIB
Share
Kurs rupiah berhasil menguat tipis di penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (20/12/2024). Mata uang Garuda ditutup di level Rp16.190 per dolar AS . (Foto: Antara/Rivam Awal Lingga)

Kurs rupiah berhasil menguat tipis di penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (20/12/2024). Mata uang Garuda ditutup di level Rp16.190 per dolar AS . (Foto: Antara/Rivam Awal Lingga)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (US$) pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026), masih belum menunjukkan penguatan. Rupiah tercatat berada di level Rp17.405 per dolar AS. Rasa-rasanya, pasar yang belum sepenuhnya yakin terhadap fundamental ekonomi Indonesia, meski pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 'mencelat' ke level \5,61 persen.

Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memiliki pandangan berbeda. Ia menegaskan, pelemahan rupiah pada saat ini, bukan disebabkan kondisi fiskal dalam negeri.

Menurutnya, berbagai kebijakan fiskal yang ditempuh pemerintah justru mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya melalui pemindahan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp300 triliun ke perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Dana tersebut kemudian disalurkan ke sektor-sektor produktif, termasuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia menilai langkah tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,61 persen.

“Kamu tahu kenapa ekonomi bisa tumbuh lebih cepat? Kita kelola uang lebih bagus. Jangan cuman pindahin cash saja dari BI ke situ. Hasilnya, ekonomi tumbuh lebih cepat dan kita jaga terus itu. Tapi uangnya masih punya saya kan,” ujar Purbaya.

Ia menekankan, kebijakan fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejauh ini efektif dalam mendorong pertumbuhan tanpa menambah beban anggaran.

“Artinya apa? Saya, kita, pemerintah, Pak Prabowo bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi lebih cepat tanpa meneluarkan uang tambahan. Uangnya masih utuh, ajaib sebetulnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Purbaya menyebut upaya memperbaiki nilai tukar rupiah bukan hal sulit selama fundamental ekonomi tetap kuat. Dia menegaskan, stabilisasi nilai tukar merupakan kewenangan Bank Indonesia (BI), bukan Kemenkeu.

“Kalau saya pikir sih gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar. Tapi itu bukan kerjaan saya, kerjaan bank sentral. Nanti bank sentral akan menjelaskan bagaimana cara memperbaikinya,” ujarnya.

Berdasarkan data Trading Economics pada Rabu (6/5) pukul 15.48 WIB, sejumlah mata uang utama menguat terhadap US$. Misalnya, EUR/US$ naik 0,48 persen ke level 1,17; GBP/US$ menguat 0,53 persen ke 1,36; dan AU$/US$ naik 0,95 persen ke 0,72.

Penguatan lebih besar terjadi di sejumlah mata uang lainnya, seperti NZ$/US$ melonjak 1,21 persen ke 0,59. Sementara yen Jepang menguat, tercermin dari US$/JPY turun 1,11 persen ke level 156,14, serta US$/CHF melemah 0,44 persen ke 0,77.
 

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com