Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Rupiah Menanjak setelah The Fed Kerek Naik Suku Bunga

Kamis, 16 Jun 2022 - 09:48 WIB
Rupiah Menanjak setalah The Fed Kerek Naik Suku Bunga - inilah.com
Foto: iStockphoto.com

Transaksi nilai tukar (kurs) rupiah antarbank di Jakarta pada Kamis (16/6/2022) pagi menguat. Mata uang garuda merespons bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan.

Rupiah pagi ini bergerak menguat tujuh poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.738 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.745 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah mungkin masih dalam tekanan terhadap dolar AS karena sikap The Fed,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Pada Kamis dini hari tadi bank sentral AS menaikkan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar yaitu sebesar 75 basis poin menjadi 1,5 persen-1,75 persen.

Baca juga
Rupiah Ambruk Disodok Suku Bunga The Fed, Bisa Tembus Rp15.000 per US$

Kendati demikian, lanjut Ariston, Gubernur The Fed Jerome Powell juga membuka kemungkinan menaikkan kembali suku bunga sebesar 75 bps pada Juli mendatang.

“Ini artinya The Fed berani mengambil langkah yang lebih agresif dari sebelumnya untuk memerangi inflasi. Sikap the Fed ini bisa mendorong penguatan dolar AS lagi terhadap nilai tukar lainnya ke depan,” ujar Ariston.

Di sisi lain, pagi ini terlihat sebagian harga aset berisiko seperti indeks saham rebound pasca-The Fed menaikkan suku bunganya sesuai ekspektasi.

“Sentimen ini mungkin bisa menahan pelemahan rupiah terhadap dolar AS hari ini,” kata Ariston.

Baca juga
Harga Emas Tergerus Penguatan Dolar AS karena The Fed ‘Hawkish’

Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp14.700 per dolar AS hingga Rp14.780 per dolar AS.

Pada Rabu (15/6/2022) lalu, rupiah ditutup melemah 46 poin atau 0,31 persen ke posisi Rp14.745 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.699 per dolar AS.

Tinggalkan Komentar