Senin, 16 Mei 2022
15 Syawal 1443

Rupiah Terkena ‘Risk Aversion’ Imbas Serangan Rusia ke Ukraina

Rupiah Terkena ‘Risk Aversion’ Imbas Serangan Rusia ke Ukraina- inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Transaksi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS antarbank di Jakarta pada Kamis (24/2/2022) sore tutup melemah. Hal ini terjadi lantara sentimen negatif dari serangan militer Rusia ke wilayah Ukraina.

Rupiah tutup melemah 53 poin atau 0,37 persen ke posisi Rp14.391 per dolar AS. Angka ini terhitung dari posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.338 per dolar AS.

“Hari ini memang berat buat rupiah. Sebab, terjadi risk aversion dengan menghindari aset beresiko seperti saham. Pelaku pasar memindahkannya ke cash (dolar AS) dan safe haven emas,” kata analis DCFX Futures Lukman Leong di Jakarta, Kamis (24/2/2022).

Baca juga
Airbnb dan Booking Hentikan Operasional di Rusia

Dari eksternal, Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis ini mengumumkan bahwa mereka berhasil melumpuhkan infrastruktur militer di pangkalan udara Ukraina dan “menaklukkan” pertahanan udara mereka, menurut laporan sejumlah kantor berita Rusia.

Kemenhan Rusia juga membantah laporan yang menyebutkan bahwa pesawat tempur mereka jatuh di wilayah Ukraina. Sebelumnya, militer Ukraina mengatakan lima pesawat Rusia dan satu helikopter tertembak jatuh di wilayah Luhansk.

“Sentimen masih negatif ke depan karena ekpektasi Rusia akan melakukan invasi penuh dan eskalasi sekarang hanya permulaan dari krisis yang akan semakin besar,” ujar Lukman.

Tinggalkan Komentar