Kamis, 08 Juni 2023
18 Dzul Qa'dah 1444

Saat DPR Disebut Markus, Komisi III Minta Klarifikasi Mahfud MD

Jumat, 31 Mar 2023 - 21:59 WIB
Dpr 8 - inilah.com
Anggota Komisi III DPR RI Johan Budi SP saat sesi tanya jawab di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/3/2023). (Foto : DPR RI/ Jaka/Man)

Komisi III DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada Rabu (29/3/2023). Rapat dengan Menko Polhukam Mahfud MD tersebut membahas informasi Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK atas permasalahan di Kemenkeu.

Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi III DPR Johan Budi SP sempat mengingatkan semua yang ada dalam ruangan Komisi III supaya tidak saling mengancam satu sama lainnya.

Hal ini berkaitan dengan pernyataan Mahfud MD yang menyebut ‘DPR Markus’ atau makelar kasus. Johan sempat mengaku prihatin dengan pernyataan Mahfud tersebut yang dianggap menyudutkan posisi DPR di mata masyarakat.

Baca juga
Panggilan "Sayang" yang Bikin Grrr RDP Komisi III-Kapolri

“Ini, Pak. Di media ini langsung ada judul ‘Mahfud MD: DPR Markus’. Ini orang kalau baca judul doang kan damage lagi ini, Pak. Sudah (DPR) persepsinya jelek, saya sekarang jadi politisi juga, jadi kena juga. Padahal saya nggak ngapa-ngapain juga nih, Pak Mahfud,” kata Johan Budi di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (29/3/2023).

Selain Johan, Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni dalam rapat tersebut juga meminta Mahfud MD untuk mengklarifikasi pernyataannya.

Menurutnya, memang sebagai Anggota DPR maupun politisi harus siap untuk dihujat oleh masyarakat. Namun ia menyayangkan narasi ‘DPR: Markus’ di media sosial tersebut.

Baca juga
Sang Ibu Diomeli Wanita Mengaku Anak Jenderal, Arteria Dahlan Enggan Ribut di Publik

“Kita ini memang Pak Arteria pernah ngomong nih, kalau kita di partai politik dan anggota DPR terutama politisi, di-bully udah pasti. Tapi minimal kalau narasinya jadi Markus, kan jadi nggak enak. Walaupun tadi Pak Mahfud sudah menjelaskan tentang Markus (periode) terdahulu, bukan yang sekarang,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Komentar