Selasa, 04 Oktober 2022
08 Rabi'ul Awwal 1444

Saat Kripto Ambruk, Emirates Airline Justru Berencana Pakai Bitcoin untuk Sistem Pembayaran

Minggu, 15 Mei 2022 - 08:52 WIB
Saat Kripto Ambruk, Emirates Airline Justru Berencana Pakai Bitcoin untuk Sistem Pembayaran
Emirates Airline/ Foto: Istimewa

Maskapai penerbangan Emirates Airline berencana untuk menambahkan bitcoin sebagai salah satu opsi pembayaran. Keputusan ini mengejutkan saat aset kripto tengah anjlok karena token Terra LUNA.

Mengutip bitcoin.com, pihak dari Emirates Airline rencananya akan merekrut tim untuk menganalisis dan mencari tahu kebutuhan konsumennya.

Chief Operating Officer (COO) Emirates Adel Ahmed Al-Redha mengungkapkan selain bitcoin, Emirates juga akan menambahkan koleksi non-fungible token (NFT) pada laman websitenya.

Pada minggu lalu juga pihak Emirates sudah menyatakan ketertarikannya pada NFT dan metaverse. Langkah ini Emirates lakukan untuk menyelaraskan visi perusahaan dengan UEA dalam mengembangkan ekonomi digital.

Baca juga
Aset Kripto Berguguran, CEO Indodax Berbagi Tips Menghadapinya

Al Redha menjelaskan NFT dan metaverse ini memiliki jalur yang tberbeda. Namun dengan metaverse orang bisa mengubah seluruh proses yang biasa dijalani seperti operasional, pelatihan, penjualan sampai pengalaman yang interaktif.

Hingga saat ini memang belum ada keterangan resmi dari Emirates soal realisasi metode pembayaran maskapai dengan menggunakan bitcoin.

Aset kripto sendiri memang banyak digunakan di wilayah Timur Tengah. Bahkan wilayah tersebut bisa terbilang menjadi ‘surga’ bagi transaksi kripto.

Sebelumnya, kondisi pasar aset kripto dalam beberapa waktu terakhir mengalami banyak tekanan sehingga sejumlah cryptocurrency anjlok, bahkan betah berada di zona merah dalam sepekan terakhir.

Baca juga
Fokus Penerbangan Domestik, Garuda Pangkas Rute Internasional

Pasar aset kripto juga telah diguncang oleh stablecoin algoritmik dari TerraUSD (UST) yang nilainya runtuh dan gagal menjaga persamaan nilai tukarnya terhadap dolar AS. Kemudian, LUNA, aset kripto di jaringan Terra juga kehilangan lebih dari 90 persen dari harga tertingginya.

Dari dalam negeri, aturan pajak aset kripto telah resmi diberlakukan 1 Mei 2022. Ini juga menarik perhatian investor soal potensi industri kripto di Indonesia. Beberapa peristiwa di atas, membuat pelaku pasar mulai memikirkan masa depan dari industri aset kripto secara global maupun nasional.

Tinggalkan Komentar