Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Sabet Best Syariah Unit Business, UUS Bank DKI Bidik Aset Tumbuh Jadi Rp10 Triliun di 2022

Sabet Best Syariah Unit Business, UUS Bank DKI Bidik Aset Tumbuh Jadi Rp10 Triliun di 2022 - inilah.com
Direktur Ritel dan Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi. Foto: Humas Bank DKI

Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI berkomitmen mempertahankan gelar Best Syariah Unit Business hingga tahun-tahun mendatang. Salah satunya melalui transformasi bisnis dengan target pertumbuhan aset menjadi Rp10 triliun pada 2022.

“Tahun ini kita melakukan transformasi. Secara garis besar kita akan up skill dan reskill SDM (Sumber Daya Manusia), business mapping untuk lending dan funding, serta penguatan good corporate governance (GCG),” kata Direktur Ritel dan Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi kepada Inilah.com di Jakarta, Jumat (1/4/2022).

Selain itu, pihaknya akan mengoptimalkan dual banking leverage model di mana semua kantor cabang konvensional dapat melayani nasabah syariah baik lending maupun funding.

“Kita akan lebih fokus ke segmen consumer banking dan mikro. Aset kita harapkan menjadi Rp10 triliun di tahun ini,” ujarnya.

Baca juga
Profesor Unpad Sebut Mafia dan Anggaran Jadi Penyebab Kelangkaan Pupuk Subsidi

Pada Kamis (31/3/2022), UUS Bank DKI menerima penghargaan kategori Best Syariah Unit Business pada ajang 2nd Indonesia Syariah Award 2022. Anugerah ini lantaran perseroan sukses mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif.

Unit UUS Bank DKI masuk kategori perusahaan dengan prinsip Syariah yang memiliki kinerja baik di tahun 2021. Perseroan juga dapat mempertahankan performa baik dalam masa pemulihan ekonomi saat ini. Babay Parid menerima langsung penghargaan tersebut.

Kinerja Keuangan Triwulan IV-2021

Menurut Babay Parid, perkembangan UUS Bank DKI dapat tercermin dari kinerja keuangannya pada triwulan IV-2021 yang tumbuh positif. Penyaluran pembiayaan Rp6,40 triliun per Desember 2021, atau tumbuh sebesar 6,8% dari Rp5,99 triliun per Desember 2020.

Baca juga
Kapolda Metro Fadil Puji Bank DKI, Satpamnya Ramah Layani Nasabah

“Pembiayaan tersebut dominan dengan penyaluran pembiayaan pada sektor produktif sebesar Rp4,19 triliun, atau 65,5% dari total pembiayaan, dan sektor konsumtif sebesar Rp2,20 triliun,” jelas dia.

Sementara dana pihak ketiga tumbuh 33,8%, yakni sebesar Rp5,72 triliun per Desember 2021 ketimbang periode Desember 2020 sebesar Rp4,27 triliun.

Berbagai pencapaian tersebut pun telah mendorong peningkatan kinerja aset Bank DKI secara keseluruhan yang tumbuh sebesar 12,2% dari Rp63,05 triliun per Desember 2020 menjadi Rp70,74 triliun per Desember 2021.

“Penghargaan atas Kinerja Unit Usaha Syariah Bank DKI ini tentunya merupakan apresiasi atas ikhtiar bersama dalam membangun dan merawat kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh nasabah, pemegang saham, serta pemangku kepentingan atas produk dan layanan dari UUS Bank DKI,” pungkas Babay parid.

Tinggalkan Komentar