Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Saham Ditengarai masih Jadi Unggulan Portofolio Investasi

Saham Ditengarai masih Jadi Unggulan Portofolio Investasi- inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Untuk investasi jangka panjang, analis menengarai saham masih menjadi prioritas portofolio investasi. Ini lantaran imbal hasil yang relatif positif dan relatif lebih tinggi dari obligasi.

Penilaian tersebut datang dari Head of Wealth Development HSBC Indonesia Verawaty Zhao. “Hal itu terdorong oleh harapan adanya fase pertumbuhan setelah pandemi. Selain itu sektor teknologi akan terus unggul di tengah adopsi dunia pada gaya hidup berbasis digital. Ini memungkinkan masyarakat tetap maju di tengah ketidakpastian seperti pandemi saat ini,” ujar Verawaty saat diskusi daring di Jakarta, Jumat (25/2/2022).

Ia mengatakan arus modal akan terus masuk ke pasar saham Indonesia seiring berkembangnya sektor teknologi. Sejumlah rencana penawaran umum perdana saham atau IPO perusahaan teknologi dalam 12 bulan ke depan, menjadi katalis masuknya aliran dana asing lebih lanjut .

Baca juga
Subsidi Migor Rp11,2 Triliun, SPKS Ungkap Dugaan Korupsi Petinggi BPDPKS

Kesempatan investasi berpeluang muncul di sektor yang berhubungan dengan transformasi digital. Contohnya adalah cloud computing, AI/machine learning dan analytics, Internet of Things (IoT) dan elektrifikasi, teknologi finansial dan pembayaran digital, digital customer engagement, serta 5G.

Reksa Dana Batavia Technology Sharia Equity

Memahami besarnya peluang pada sektor teknologi, HSBC Indonesia meluncurkan produk reksa dana Batavia Technology Sharia Equity USD yang bekerja sama dengan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia) yang merupakan reksa dana syariah berbasis efek luar negeri (offshore) untuk investor yang ingin berinvestasi di sektor teknologi global.

Batavia mengembangkan produk tersebut melalui kerja sama dengan Franklin Templeton. Ini adalah manajer investasi terkemuka yang memiliki pengalaman dan kemampuan global sebagai technical advisor. Ini bisa mengoptimalkan imbal hasil kepada nasabah. Produk ini berdenominasi dolar AS dan bisa membelinya mulai dari 10.000 dolar AS.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Kamis, 24 Maret 2022

Peluncuran produk itu juga sekaligus menunjukkan komitmen HSBC Indonesia untuk memperkuat dan mendiversifikasi produk investasi. Ini merupakan bagian dalam solusi wealth management kepada nasabah.

Saat ini HSBC Indonesia menawarkan empat produk investasi untuk nasabah premier yakni reksa dana, obligasi, structured products dan investment links (fasilitas kredit yang terintegrasi dengan rekening giro dengan jaminan produk investasi yang dimiliki nasabah).

Tinggalkan Komentar