Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Saham GOTO Menuju Gocap, Investasi Telkom Rp6,4 Triliun Terancam Amblas

Minggu, 15 Mei 2022 - 21:58 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Saham GOTO Menuju Gocap, Investasi Telkom Rp6,4 T Terancam Amblas- inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tak tanggung-tanggung dalam berinvestasi berbasis teknologi digital di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Nilainya mencapai US$450 juta atau setara Rp6,4 triliun yang dikucurkan untuk perusahaan yang sebelumnya mengusung bendera PT Aplikasi Karya Anak Bangsa ini.

Namun, nilai investasi tersebut kini sudah mulai tergerus seiring penurunan harga saham GOTO pasca-Initial Public Offering (IPO) alias penwaran umum saham perdana. Sejak IPO di Rp338 per unit saham, harga saham GOTO kini bertengger di Rp194 atau turun Rp144 alias 42,6 persen.

“Satu bulan setelah IPO, harga saham GOTO anjlok menjadi Rp194 per saham per 13 Mei 2022. Telkom rugi besar!” kata Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) di Jakarta, Minggu (15/5/2022).

Dalam laporan keuangan kuartal I 2022, Telkom mengungkapkan, jumlah kerugian perseroan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GOTO per 31 Maret 2022 adalah sebesar Rp881 miliar.

Baca juga
NBA Kenalkan The Kobe Bryant Trophy untuk MPV All-Star 2022

“Masalahnya, apakah saham GOTO dapat naik lagi? Berapa harga saham yang pantas untuk perusahaan yang terus rugi selama 12 tahun sejak berdiri? Atau akan segera masuk saham Gocap?” timpal Anthony seraya mempertanyakan.

Hingga 30 September 2021, akumulasi kerugian GOTO mencapai Rp69 triliun. “Tahun ini pun masih akan rugi. Kemungkinan besar saham GOTO masuk saham Gocap (Rp50 per unit saham) dan sulit ditransaksikan,” ungkap dia.

Jika itu terjadi, lanjut dia, total kerugian masyarakat di saham GOTO mencapai Rp11,7 triliun dari investasi di IPO Rp13,7 triliun. “Ini skandal terbesar BEI?” tukasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, kalau harga saham terendah boleh di bawah Rp50, yakni menjadi Rp1, hal ini memungkinkan harga saham GOTO bisa menuju Rp1 seperti nilai nominalnya.

“Dalam hal ini, kerugian masyarakat nyaris 100% dengan rincian Rp13,3 triliun dari Rp13,7 triliun. Sementara kerugian Telkom mencapai Rp6,4 triliun? Apakah ini termasuk kriminal?” timpal dia kembali mempertanyakan.

Bursa Efek Indonesia menyatakan saat ini batasan harga saham terendah bisa di bawah Rp50 per saham, artinya batasan harga saham terendah bisa mencapai Rp1 per saham melalui papan akselerasi.

Baca juga
Inilah Jalan Tol yang Dimiliki Investor Asing

Sementara GOTO resmi mencatatkan sahamnya di papan utama BEI pada Senin 11 April 2022. Artinya, harga terendah saham GOTO dipatok Rp50 per unit saham atau sama dengan patokan harga saham terendah di papan pengembangan.

Bermula dari Kerugian Obligasi Konversi

Kerugian Telkom itu bermula saat anak usahanya (Telkomsel) membeli obligasi konversi Gojek senilai US$150 juta pada November 2020, tanpa bunga. Obligasi itu jatuh tempo pada November 2023. “Ketika itu ekonomi sedang sulit akibat pandemi, tidak tahu kapan pandemi akan berakhir. Telkom nekat beli obligasi konversi Gojek?” tutur Anthony.

Niat Telkom membeli obligasi konversi, apalagi tanpa bunga, menurut dia, pasti sudah dengan rencana untuk dikonversi menjadi saham. “Sebagai strategi exit Telkom, Gojek harus IPO, yakni menawarkan sahamnya di Bursa. Di lain sisi, keuangan Gojek saat itu masih rugi. Artinya Konversi obligasi menjadi saham Telkom menjadi sangat berisiko,” ungkap dia.

Baca juga
Sekali Kencan, Cassandra Angelie Pasang Tarif Rp30 Juta

Gojek pun kemudian merger dengan Tokopedia menjadi GoTo pada 17 Mei 2021. Obligasi Telkom di Gojek dikonversi menjadi saham GoTo. Telkom pun malah menambah investasi US$300 juta di GoTo.

“Padahal kondisi keuangan GoTo masih rugi, meskipun keduanya sudah beroperasi selama 12 tahun,” ucapnya.

Gojek dan Tokopedia (GoTo) bersama-sama rugi Rp16,6 triliun sepanjang tahun 2020. Untuk 9 bulan hingga September 2021, GoTo masih rugi Rp12,25 triliun. “Meskipun rugi, anehnya GoTo berhasil dapat izin IPO (menawarkan saham ke publik) pada 11 April 2022, dengan harga Rp338 per saham yang notabene terhitung mahal,” imbuhnya.

Tinggalkan Komentar