Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Saham Grup Djarum Naiknya Mencurigakan, Kena Semprit BEI

Saham Grup Djarum Naik Mencurigakan, Kena Semprit BEI

Perusahaan afiliasi Grup Djarum, yakni PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berada dalam pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pemantiknya, terjadi kenaikan harga saham yang di luar kebiasaan. Sehingga pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan saham SUPR berstatus unusual market activity (UMA).

Dalam surat yang ditandatangi Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan, bursa menyampaikan telah terjadi peningkatan harga saham SUPR yang di luar kebiasaan. Meski hal itu tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran, para investor diminta untuk lebih mencermati dan mempertimbangkan kembali setiap keputusan investasinya di saham SUPR.

“Para investor diharapkan untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” papar Lidia, Jumat (18/2/2022).

Baca juga
Siap Ekspansi, Mitra Angkasa Bidik Penjualan Tumbuh 30 Persen di 2022

Untuk diketahui, saham SUPR masuk UMA karena mengalami kenaikan harga signifikan dalam lima hari perdagangan berturut-turut. Melansir dari RTI, kenaikan harga saham SUPR per Jumat sore mencapai 19,95% di level Rp49.300 per saham. Kenaikan tersebut setara dengan 148,36% dalam sepekan.

Harga saham SUPR terus melaju kencang di tengah kabar bahwa SUPR akan go private. Sebab, porsi kepemilikan saham SUPR oleh masyarakat saat ini hanya mencapai 0,04%. Sejumlah 99,96% saham SUPR saat ini dikuasai oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) selaku pemegang saham pengendali. Namun, manajemen mengaku masih mendiskusikan perihal status perusahaan di BEI.

Baca juga
BEI Galang Dana IPO Rp62,61 Triliun, Pencapaian Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan bersama sama dengan Pemegang Saham Pengendali Perseroan, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia masih dalam proses mendiskusikan secara internal mengenai status Perseroan setelah pelaksanaan akuisisi oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia,” ungkap manajemen.

Tinggalkan Komentar