Jumat, 19 Agustus 2022
21 Muharram 1444

Saham KRAS Anjlok, Komisaris KSI Minta Erick Thohir Tanggung Jawab

Senin, 06 Des 2021 - 15:05 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Erick Thohir - inilah.com
Menteri BUMN Erick Thohir

Komisaris Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), Roy Maningkas menilai pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir soal kemungkinan PT Krakatau Steel (Persero) pada Desember ini merugikan perusahaan.

Sebab setelah pernyataan itu muncul di media, saham PT Krakatau Steel (KRAS) anjlok hingga mengalami auto rejection bawah hari ini atau turun pada level harga batas terendah.

Saham KRAS terkoreksi -6,7 persen yang artinya pemegang saham, baik itu negara maupun investor publik, mengalami kerugian dari penurunan nilai perusahaan sebesar Rp671 miliar (unrealized loss).

Selain itu, divestasi KRAS terhadap KSI yang mencapai 70 persen, kata Roy, dapat merugikan negara dan publik sebagai pemegang saham KRAS.

“Jadi bukan saya suka bertaruh, tapi ini untuk meyakinkan rakyat bahwa ada ketidakberesan di transaksi ini, KSI memiliki kontribusi laba ke holding KRAS sangat signifikan, sehingga dengan divestasi KSI yang ditargetkan mencapai 70persen hingga tahun 2023 dan KRAS hanya memiliki 30 persen sama saja bohong,” ujar Roy dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (6/12/2021).

Baca juga
Danjen Kopassus Tegaskan Eggi Sudjana Bukan Keluarga Baret Merah

Dia juga mempertanyakan pernyataan Erick soal kemungkinan PT Krakatau Steel (KS) pada Desember ini. Sebab meski saat ini dalam kondisi yang sulit, namun pihak menejemen terus bekerja secara maksimal.

Untuk itu, Roy mengaku berani menantang Menteri Erick untuk bertaruh Rp1 miliar jika apa yang disampaikan sang menteri menjadi kenyataan.

“Sebagai komisaris subholding KSI, saya menantang menteri BUMN untuk bertaruh Rp 1 miliar. Jika KS Bangkrut bulan ini, saya akan bayar Pak Menteri. Sebaliknya jika KS tetap bertahan tanpa melakukan yang diminta Pak Menteri, uang Rp 1 miliar itu akan saya sumbangkan ke kaum Dhuafa,” kata Roy.

Roy mengakui saat ini KS dalam kondisi sulit namun manajemen sudah bekerja dan kini kondisinya diklaim mulai membaik. Sebagai aset strategis, seharusnya KS diperlakukan dengan strategis pula.

“Saya pernah menjadi komisaris di KS dan sekarang di subholding KSI. Saya percaya dan yakin, KS tidak seburuk yang disampaikan oleh menteri BUMN,” katanya.

Baca juga
G20 jadi Medan Tarik Menarik Kepentingan AS dan Rusia, Begini Saran Pengamat untuk Indonesia

Pendiri Bara JP itu menambahkan, untuk menyelesaikan kewajiban KS kepada sejumlah krediturnya, perusahaan telah memiliki sejumlah rencana termasuk melepas kepemilikan saham di KSI hingga 40 persen. Namun, kata Roy, belakangan ini muncul permintaan agar penjualan KSI hingga sampai 70 persen saham.

“Jika mayoritas saham KSI dilepas, justru akan merugikan KS. Lagipula penyelamatan KS tidak harus melepas kepemilikan mayoritas di KSI. Kepentingan negara harus menjadi prioritas,” kata Roy.

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan Krakatau Steel bisa bangkrut bulan ini jika sejumlah langkah restrukturisasi gagal.

“Tapi memang salah satunya yang sekarang ini krusial, kalau ketiga gagal, kedua gagal, dan pertama gagal, maka Desember ini (Krakatau Steel) bisa default,” kata Erick Thohir.

Langkah ketiga macet yang dimaksud Erick adalah investasi blast furnace, di mana investasi senilai US$ 850 juta sejak 2008. Sempat ada titik terang dengan China, tapi gagal.

Baca juga
Waduh, 'Crazy Rich' Indra Kenz Rupanya Pernah Collab Bareng KPK

Kemudian, langkah kedua mengenai negosiasi dengan POSCO. Pemerintah mendorong agar kerja sama bisa 50-50. Namun, Erick mengakui hal ini tidak mudah dan sampai saat ini belum ada tanggapan dari POSCO sendiri.

Terakhir Erick mengungkap kemungkinan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority alias INA berinvestasi di Krakatau Steel.

“Nah ini salah satunya sebenarnya kita mengundang, ini bukan jeruk makan jeruk ya, INA untuk berinvestasi, INA sebenarnya kan kita juga ya untuk investasi sehingga barangnya nggak lari ke luar,” imbuh Erick.

Tinggalkan Komentar