Minggu, 25 September 2022
29 Safar 1444

Saham Mark Zuckerberg Bikin Wall Street Limbung

Selasa, 08 Feb 2022 - 09:01 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Saham Mark Zuckerberg Buat Wall Street Limbung- inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Pada akhir perdagangan Senin atau Selasa (8/2/2022) pagi WIB, penutupan Wall Street sebagian besar lebih rendah. Investor mencerna hasil laporan keuangan kuartalan baru-baru ini dari emiten yang Mark Zuckerberg memilikinya, Facebook Meta Platforms dan saham megacaps lainnya.

Berbeda nasib dengan Peloton yang melonjak menyusul laporan minat dari pembeli potensial, termasuk Amazon.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 1,39 poin atau 0,004 persen, menjadi menetap di 35.091,13 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 0,37 persen atau 16,66 poin menjadi berakhir di 4.483,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 0,58 persen atau 82,34 poin, menjadi ditutup pada 14.015,67 poin.

Meta Platforms anjlok 5,1 persen, menambah kerugian setelah perkiraan suramnya pekan lalu menyebabkan rekor penurunan nilai pasar saham perusahaan media sosial itu.

Meta termasuk di antara perusahaan yang membebani S&P 500 lebih besar dari saham lainnya, sementara Nvidia menguat 1,7 persen mengangkat indeks lebih banyak daripada saham lainnya.

Baca juga
Sektor Energi dan Teknologi Bikin Wall Street Naik Empat Hari Beruntun

Amazon.com Inc naik 0,2 persen setelah memperluas kapitalisasi pasarnya sekitar 190 miliar dolar AS pada Jumat (4/2/2022) didukung oleh perolehan laba yang melonjak.

Peloton Interactive melonjak hampir 21 persen menyusul laporan bahwa Amazon dan Nike sedang menjajaki penawaran pembelian potensial untuk pembuat sepeda stasioner tersebut.

Mencerminkan keengganan investor baru-baru ini terhadap saham teknologi dan saham lainnya dengan valuasi tinggi, indeks saham pertumbuhan S&P 500 kehilangan 0,9 persen, sementara indeks nilai (value stocks) bertambah 0,1 persen.

Indeks S&P 500 masih turun lebih dari 5,0 persen sejauh pada tahun ini, karena investor khawatir bahwa Federal Reserve (Fed) AS dapat menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

“Membeli saat turun adalah kesimpulan yang tak dapat terelekkan hingga 2022. Tidak ada lagi jaminan pembelian saat turun,” kata Chief Executive Officer (CEO) Longbow Asset Management, Jake Dolllarhide, di Tulsa, Oklahoma. “Kami melihat koreksi dalam indeks dan sekuritas individu setiap hari dan setiap minggu.”

Baca juga
IHSG Semringah di Rekor Tertinggi setelah Mudik Diperbolehkan

Tyson Foods Inc melonjak sekitar 17 persen setelah laba kuartal pertama perusahaan pengepakan daging itu hampir dua kali lipat dan melonjak dari perkiraan sebelumnya didukung oleh harga yang lebih tinggi.

Dari 278 perusahaan di S&P 500 yang telah membukukan keuntungan pada Jumat (4/2/2022), 78 persen dilaporkan di atas ekspektasi analis, menurut data Refinitiv.

Laporan pekerjaan yang kuat secara tak terduga pekan lalu menambah kekhawatiran investor tentang kemungkinan pengetatan kebijakan moneter agresif oleh The Fed. Data inflasi utama untuk Januari akan dirilis pada Kamis (10/2/2022).

Pasar sekarang memperkirakan peluang satu-dalam-tiga The Fed mungkin menaikkan 50 basis poin penuh pada pertemuan mereka Maret dan prospek suku bunga mencapai 1,5 persen pada akhir tahun.

Baca juga
Wall Street Amblas, Indeks S&P 500 Konfirmasi Tren ‘Bearish’

Spirit Airlines Inc melonjak 17 persen setelah pihaknya dan Frontier Group Holdings mengumumkan rencana untuk menciptakan maskapai penerbangan AS terbesar kelima. Pengumuman Itu juga mengangkat Indeks S&P 1500 Maskapai Penerbangan lebih dari 3,0 persen.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,2 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,4 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Tinggalkan Komentar