Minggu, 25 September 2022
29 Safar 1444

Saham-saham ‘Big Tech’ Buat Wall Street Pesta Pora

Kamis, 10 Feb 2022 - 08:25 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Wall Street - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Wall Street berpesta pora alias naik tajam pada penutupan perdagangan Rabu atau Kamis (10/2/2022) pagi WIB. Ini lantaran saham-saham pertumbuhan megacap menguat berkat jeda kenaikan suku bunga dan laporan keuangan perusahaan yang optimistis. Investor pun terpacu untuk melakukan aksi beli.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 0,86 persen atau 305,28 poin menjadi menetap di 35.768,06 poin. Indeks S&P 500 melonjak 1,45 persen atau 65,64 poin, menjadi berakhir di 4.587,18 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melambung 2,08 persen atau 295,92 persen, menjadi 14.490,37 poin.

Semua 11 indeks sektor utama S&P 500 berakhir menguat, dipimpin oleh lonjakan 2,45 persen di sektor real estat.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun tergelincir dari tertinggi multi-tahun yang dicapai di sesi sebelumnya, membantu sentimen yang stabil di pasar global dan meningkatkan permintaan untuk saham-saham pertumbuhan.

Baca juga
Imbal Hasil Obligasi AS Kokoh, Harga Emas Tergelincir 5,5 Dolar AS

Meta Platform melonjak lebih dari 5,0 persen, mengakhiri empat sesi penurunan mendalam yang membuatnya kehilangan hampir sepertiga nilainya. Peningkatan terbesar pada S&P 500 datang dari Nvidia yang terdongkrak 2,2 persen dan Microsoft melambung 6,4 persen.

“Pasar obligasi pada dasarnya mengatakan ada batas atau limit seberapa besar kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunga, dan itu sangat positif untuk saham secara umum, dan terutama untuk saham pertumbuhan yang cenderung dinilai lebih tinggi,” kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder di New York.

Dipukul oleh kekhawatiran tentang meningkatnya suku bunga, Nasdaq yang padat teknologi telah jatuh lebih dari 7,0 persen sepanjang tahun ini, setelah naik hampir 21 persen pada tahun 2021. Indeks S&P 500 turun sekitar 4,0 persen tahun ini.

Investor akan mengamati data harga konsumen pada Kamis untuk petunjuk tentang rencana Federal Reserve menaikkan suku bunga. Laporan pekerjaan yang kuat secara tak terduga pekan lalu menimbulkan kekhawatiran akan langkah yang lebih agresif oleh bank sentral.

Baca juga
Katalis Kuat IHSG: Aksi Beli Asing, Perekonomian Bullish, dan Harga Komoditas

Inflasi diperkirakan berada pada level tertinggi empat dekade di 7,3 persen.

Ekonomi AS mungkin mendekati laju inflasi yang lebih lambat, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada Rabu (9/2/2022), meskipun ia menambahkan bahwa ia masih condong ke arah kenaikan suku bunga yang sedikit lebih cepat tahun ini.

Dari 316 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangannya hingga saat ini, 78 persen dilaporkan di atas ekspektasi analis, menurut data Refinitiv.

Chipotle Mexican Grill Inc melonjak 10 persen setelah mengalahkan perkiraan laba dan penjualan, sementara induk KFC Yum Brands Inc menguat 2,2 persen setelah penjualanya mengalahkan perkiraan.

Baca juga
Peluang Resesi AS 70 Persen, Ekonom Wanti-wanti Rupiah, Inflasi dan Krisis Pangan

Enphase Energy Inc melonjak 12 persen karena hasil yang optimis, mengangkat saham pembangkit tenaga surya lainnya, dengan SunPower Corp dan SolarEdge Technologies Inc masing-masing terangkat 6,6 persen dan 6,9 persen.

CVS Health Corp tergelincir lebih dari 5,0 persen setelah perkiraan labanya untuk tahun 2022 jauh dari ekspektasi Wall Street.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,9 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,3 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Tinggalkan Komentar