Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Saham-saham Teknologi Jumbo dan Bank Hijaukan Wall Street

Selasa, 24 Mei 2022 - 08:19 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Saham-saham Teknologi Jumbo dan Bank Hijaukan Wall Street - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin atau Selasa (24/5/2022) pagi WIB. Ini terjadi lantaran keuntungan dari ekuitas bank dan rebound-nya saham teknologi terkemuka di pasar sehingga mendukung reli meluas.

Kondisi itu membalas penurunan beruntun terpanjang sejak kehancuran dotcom lebih dari 20 tahun lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 618,34 poin atau 1,98 persen, menjadi menetap di 31.880,24 poin. Indeks S&P 500 bertambah 72,39 poin atau 1,86 persen, menjadi berakhir di 3.973,75 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 180,66 poin atau 1,59 persen, menjadi 11.535,28 poin.

Ketiga indeks saham utama AS mendapat dorongan terbesar dari rebound saham teknologi megacap Apple Inc dan Microsoft Corp.

Semua 11 sektor utama S&P 500 mengakhiri sesi di zona hijau, dengan sektor keuangan menikmati persentase kenaikan terbesar, naik 3,2 persen.

Baca juga
Bank BJB Genjot Beragam Inovasi Digital Jelang Rights Issue

Bank yang sensitif terhadap suku bunga melonjak 5,1 persen setelah pemberi pinjaman terbesar AS, JPMorgan Chase & Co menaikkan prospek pendapatan bunga tahun ini. Saham JPMorgan Chase melonjak 6,2 persen.

“Rasanya seperti reli lebih daripada perubahan mendasar dalam sentimen investor,” kata Oliver Pursche, wakil presiden senior di Wealthspire Advisors, di New York.

“Investor secara keseluruhan merasa seperti ada sepatu lain yang harus dijatuhkan dan mereka mungkin benar dalam jangka pendek.”

Pada Jumat (20/5/2022), indeks S&P 500 ditutup 18,7 persen di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 3 Januari. Jika indeks acuan ditutup 20 persen atau lebih di bawah rekor itu, itu akan mengkonfirmasi telah berada di pasar bearish sejak saat itu.

Baca juga
Wall Street Nyungsep karena Krisis Rusia-Ukraina semakin Dalam dan Tebar Ketakutan

Pasar telah bergolak dalam beberapa pekan terakhir oleh kekhawatiran tentang inflasi yang terus-menerus tinggi dan upaya agresif Federal Reserve untuk mengendalikannya, sementara ekonomi global mengatasi dampak dari invasi Rusia ke Ukraina.

“Hari ini tampaknya pasar tidak terlalu takut terhadap faktor inflasi dan The Fed mampu mengatur soft landing,” kata Chuck Carlson, kepala eksekutif di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana.

Tapi “biasanya masih ke sisi negatifnya,” tambah Carlson.

The Fed akan memberi investor petunjuk tentang keadaan pikirannya pada Rabu (25/5/2022), ketika merilis risalah dari pertemuan kebijakan terbarunya.

Indikator ekonomi minggu ini mungkin memberikan dukungan lebih lanjut untuk gagasan bahwa inflasi mencapai puncaknya pada Maret, dan menunjukkan apakah harga tinggi telah merusak daya beli konsumen.

Musim pelaporan keuangan perusahaan kuartal pertama hampir selesai, dengan 474 perusahaan di S&P 500 telah membukukan hasil. Dari jumlah tersebut, 78 persen mengalahkan ekspektasi, menurut Refinitiv.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Jumat, 22 April 2022

Saham VMWare Inc melonjak 24,8 persen menyusul laporan selama akhir pekan bahwa pembuat chip Broadcom Inc sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi penyedia layanan cloud tersebut. Broadcom jatuh 3,1 persen.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,93 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,36 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Tinggalkan Komentar