inilah.comnewspolhukamSaid Iqbal Mau Nyapres, Partai Buruh Bakal Gugat Presidential Threshold ke MK

Said Iqbal Mau Nyapres, Partai Buruh Bakal Gugat Presidential Threshold ke MK

Selasa, 17 Januari 2023 - 15:03 WIB
Share
Said Iqbal Mau Nyapres, Partai Buruh Bakal Gugat Presidential Threshold ke MK

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal sebut rencana demo Balai Kota DKI pada Kamis (1/12/2022). Lantaran tak puas dengan kenaikan UMP 2023, Jakarta, Rabu (30/11/2022). (Foto: Disway).

Partai Buruh telah mengantongi empat nama calon presiden (capres) hasil rakernas, yang bakal direkomendasikan dalam gelaran konvensi pada Juni 2023. Nama Said Iqbal tercatat turut masuk dalam daftar tersebut.

"Dengan demikian Rakernas Partai Buruh akan merekomendasikan empat nama calon presiden dan empat calon wakil presiden. Untuk nama calon presiden beredar, yaitu Ganjar Pranowo didukung oleh 15 provinsi dan Anies Baswedan enam provinsi. Untuk calon presiden alternatif Said Iqbal didukung oleh 14 provinsi, Najwa Shihab tiga provinsi," kata Said Iqbal di Jakarta, Selasa (17/1/2023).

Lebih lanjut dia menuturkan, partainya akan berjuang mengajukan judicial review untuk mengubah ketentuan presidential threshold menjadi nol persen demi mengusung dua nama capres alternatif itu. Dia berkeyakinan berhasil meski beberapa penggugat sebelumnya gagal.

"Untuk capres alternatif akan berjuang mengajukan judicial review terhadap UU presidential threshold karena calon alternatif hanya bisa kalau UU presidential threshold dihapuskan menjadi nol persen," tutur Iqbal.

Selain nama capres, Partai Buruh juga mengantongi empat nama tokoh yang bakal direkomendasikan jadi kandidat calon wakil presiden (cawapres). Di antaranya adalah Arsjad Rasjid, Mahfud Md, Said Iqbal, dan Najwa Shihab.

"Untuk 4 nama cawapres yg direkomendasi, Arsjad Rasjid 21 provinsi, Said Iqbal tujuh provinsi, Mahfud Md tiga provinsi, Najwa Shihab tiga provinsi. Itu tidak menutup nama-nama lain (yang mungkin muncul)," ujar Iqbal.

Iqbal menegaskan, bahwa konvensi juga terbuka bagi tokoh-tokoh lain yang hendak maju sebagai capres dan ingin mendapat dukungan dari Partai Buruh. Ia juga mempersilakan tokoh-tokoh yang dekat dengan masyarakat bawah dan kelas pekerja tetapi belum masuk radar pencalonan presiden untuk mengikuti konvensi. "Bisa ikut, bisa, tetapi syaratnya lebih ketat, jangan main-main karena begitu diputuskan, kami bekerja," pungkasnya.

Topik
Share
Komentar

Tidak ada komentar

BERITA TERKAIT