Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Sajak Perjuangan 1966; A Makmur Makka, Slamet Soekirnanto dan Hartojo Andangdjaja

Kamis, 27 Okt 2022 - 08:34 WIB
Penulis : DSY
Demo 1966 - inilah.com
Demo 1966

Sajak Perjuangan 1966; A Makmur Makka, Slamet Soekirnanto dan Hartojo Andangdjaja

Saya menemukan tiga sajak ini beberapa waktu lalu. Sayangnya, saya alpa menuliskan pada catatan dari buku apa sajak-sajak ini saya temukan. Semoga bisa menginspirasi, setidaknya memahami suasana kebatinan di masyarakat Indonesia saat itu.

 

A.Makmur Makka

[tanpa judul]

alangkah sedihnja harus ditjatat

bahwa kita pernah berteriak didjalan-djalan begini:

hidup bung besar, hidup bapak, hidup !

hidup pemimpin negara subur!

ketika ia lewat tersenjum diatas mobilnja

hanja karena takut bajangan pendjara

dan nama baik pemerintah kota

serta bajonet terhunus pengawal djalan

jang terasa geli tertudju keperut, memerintahkan :

berteriak! berteriak!

hidup bung besar, hidup bapak, hidup !

sampai iringan kebesaran lewat

lalu djalan-djalan pun sepi kita sama pulang kegubuk menghapus keringat

hening

tertunduk, tangis anak-anak  dan tanja istri jang gelisah

— “Apa jang kita makan hari ini, Daeng?

— besok atau lusa dan kapan-kapan?

begitu banjak tapi tak dapat diutjapkan

demi nama baik pemimpin besar negara

demi nama baik pemerintah kota

karena antjaman jang mengusik selalu melambai, berseru :

diam! diam!

lalu kita menundukkan kepala menenteramkan anak isteri

dengan isjarat mata derita tak terutjapkan

sabar, sabar, sabar!

sementara gerimis turun dengan duka tjita

tersenjum, melembutkan kita selalu dan selalu.

–Jogja 66

Baca juga
Unjuk Rasa Kematian Amini Meluas, Presiden Iran Langsung Ultimatum Warganya

 

Slamet Soekirnanto

Ode 1966

Sekarang bangkitlah dari randjang masa lalu

Ajat-ajat  jang menidurkan kebekuan hidup dalam belenggu

Dari sap-sap tangga menudju puntjak nasib bangsa.

Sekarang bangkitlah dari tenda langit jang biru

Memanah bumi dihari ini, dengan kasih Illahi

 

Puisi akan menampilkan maknanja, kebenaran dalam kata

Sekarang bangkitlah dari perdjalanan jang djauh

Menanti dengan kesabaran tapak-tapakmu, duh Tuhan

Telah kita ratakan djalan itu : Kemerdekaan !

 

Hartojo Andangdjaja

 

Rakyat

Rakyat ialah kita

jutaan tangan yang mengayun dalam kerja

di bumi di tanah tercinta

jutaan tangan mengayun bersama

membuka hutan-hutan lalang jadi ladang-ladang berbunga

mengepulkan asap dari cerobong pabrik-pabrik di kota

menaikkan layar menebar jala

meraba kelam di tambang logam dan batubara

 

Rakyat ialah tangan yang bekerja

Rakyat ialah kita

otak yang menapak sepanjang jemaring angka-angka

yang selalu berkata dua adalah dua

yang bergerak di simpang siur garis niaga

 

Rakyat ialah otak yang menulis angka-angka

Rakyat ialah kita

beragam suara di langit tanah tercinta…

Rakyat ialah suara beraneka… [ ]

Tinggalkan Komentar